Daftar / 2026-01-07
[FULL] Prabowo Menggelegar Pidato Panen Raya 2026: Saya Jadi Jenderal Karena Petani RI!
7 Jan 2026
MerdekaDotCom
47:38
media
transcript_panel
1 unggahan
Sumber
- Video kanonik
- rJuM3_I7m0A
- Transkrip dari
- engine/data/prabowo/raw/rJuM3_I7m0A.json
- Jumlah token
- 3.401
- Kata unik
- 1.006
- Durasi
- 47:38 (2.858 detik)
- Bahasa
- —
- Metode
- —
- Commit engine
- —
Semua unggahan pidato ini
Hanya satu yang dipakai untuk hitungan. Sisanya tetap dicatat.
| Video | Kanal | Diunggah | Token | Diambil via | Status | |
|---|---|---|---|---|---|---|
| kanonik | rJuM3_I7m0A
[FULL] Prabowo Menggelegar Pidato Panen Raya 2026: Saya Jadi Jenderal Karena Pet |
MerdekaDotCom | — | — | — | — |
Sinyal kebijakan: —
Sinyal total — · token eksak — · frasa penuh — · ambigu —
Topik yang terdeteksi
nasional dan identitas 143 pangan 61 kesehatan dan gizi 24 pertahanan dan keamanan 13 ekonomi 9 tata kelola 8 pendidikan 1
Sinyal leksikal, bukan klasifikasi.
Transkrip
Cap waktu di kiri bertaut ke detik yang tepat di YouTube.
Bismillahirrahmanirrahim.
Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Waalaikumsalam.
Selamat Sudah siang belum? Ini sudah siang.
Selamat siang. Salam sejahtera bagi kita sekalian. Shalom.
Salve. Om swastiastu. Namo buddhaya. Salam kebajikan. Rahayu-Rahayu.
Yang saya hormati Menteri Pertanian sebagai penyelenggara, Saudara Andi Imran Sulaiman beserta jajaran Kementerian Pertanian.
Menteri Koordinator Pangan Saudara Sulifli Hasan, para menteri, Kepala Badan, Jaksa Agung, Kapolri, Wakil Panglima TNI, para kepala staf angkatan, Kepala BRIN yang saya hormati, Kepala Perum Bulok Letnan Jenderal TNI Pnawirawan Ahmad Rizal Ramdani. Yang saya hormati Wakil Menteri Pertanian, saudara-saudaryo yang merangkap Ketua HKTI, Ketua Umum HKTI, Ketua Umum APSI Masih, Ketua Umum Pani Merdeka, banyak sekali. Kau ketua umum
Ketua Komisi 4 DPR RI.
Yang saya hormati saudari Siti Hediyati Soeharto yang tepuk tangannya kok panjang banget.
para kepala daerah yang hadir langsung dan para kepala daerah yang tidak hadir tapi hadir lewat online.
yang hadir langsung di sini, Gubernur Jawa Barat, Saudara Dedi Mulyadi, KDM, Gubernur Jawa Timur, Saudara Kofifah Indar Parawansa, Gubernur Sumatera Selatan, Saudara Herman, Deru, Gubernur Sulawesi Selatan, Saudara Andi Sudirman Sulaiman, Gubernur Sumatera Utara, Saudara Saudara Bobi Afif Nasution, Bupati Karawang, Saudara Ay Saifulah, para gubernur, bupati, walikota yang hadir melalui online. yang saya hormati dan saya banggakan yang hadir secara virtual.
Yang saya hormati para Dirut BUMN yang berkenan hadir di sini sekarang juga para asosiasi yang hadir Perhimpunan Insan Perunggasan Rakyat Indonesia PINSAR Gabungan Pengusahaan Ternak GPMT Asosiasi Perbenihan Indonesia, Ketua Kolaborasi Strategis Penggilingan Indonesia, Asosiasi Penggilingan Padi, Masyarakat Perbenihan dan Pembibitan Indonesia, Asosiasi Pedagang dan Produsen Jagung Indonesia, Penyedia Katalog elektronik Benih Padi Indonesia, gabungan pengusaha kelapa sawit
Indonesia, Asosiasi Petani Tebu Republik Indonesia, Perhimpunan Agronomi Indonesia.
Ee Ketua Umum APTRI hadir. APTRI hadir enggak di sini? Aptoke. Baik.
Yang saya hormati dan saya banggakan para kelompok tani, para penyuluh pertanian dan terutama para petani dari seluruh Indonesia.
Yang saya hormati, yang saya cintai, dan yang saya banggakan.
Seluruh hadirin undangan, rekan-rekan pers dan media yang hadir langsung maupun yang hadir secara virtual, Saudara-saudara. Karena tadi mungkin banyak tokoh-tokoh sudah disebut satu-satu, mungkin saya tidak perlu mengulangi lagi tanpa mengurangi rasa hormat saya.
Tapi kalau diminta mengulangi, saya siap mengulangi.
Ini banyak sekali, tapi enggak apa-apa. Perlu dibacakan satu-satu?
Hah? Cukup. Cukup.
Baik, tanpa mengurangi rasa hormat, tapi di sini banyak dirut, perusahaan-perusahaan penting ya.
diut peran perantara PTPN 3, PTPN 4 PTPN 1, riset perkebunan Nusantara, Sinergi Gula Nusantara, Agrinas Palma, Agrinas Pangan Nusantara, Agrinas Palma hadir di rukuknya Agrinas Palma catat ya.
Ini sambil diabsen ini diut PT Berdekari Saudara Mariadi Dirut Sang Sri Dirut PT Pusri Saudara Mariono Dirut Bupek Kujang.
Baik, terima kasih bupati-bupati juga penting ini.
ini ee Bupati Banyu Asin, Bupati Sukabumi, Bupati Tasikmaya, Pak Cap Nurul Yakin, Bupati Ogan Komring Ulu Timur, Saudara Lanusin, Bupati Cianjur.
Terima kasih, Pak Muhammad Wahyu Ferdian. Bupati Bojonegoro. Tadi sudah ya, Bupati Indramayu, Saudara Laki hakim, Bupati Wajo, Saudara Andi Rosman hadir. I terima kasih. Bupati Merauke, Saudara Josep Gipse terima kasih hadir jauh-jauh dari Merauk. Bupati Bandung, Saudara Dadang Supriatna.
Terima kasih. Bupati Subang, Saudara Reinaldi Putra.
Bupati Bekasi, Saudara Asep Suryaatmaja. Terima kasih.
Walikota Tasik Malaya, Saudara Ziman Afaris Ramadan.
Terima kasih, Saudara-saudara sekalian.
Menteri-menteri perlu sudah ya tadi disebut ya. Baik.
sekalian tadi sudah saya catat sebagai absen.
Terima kasih saudara-saudara selalu sebagai insan yang bertakwa, marilah kita tidak henti-hentinya memanjatkan puji syukur kehadirat Tuhan maha besar, Maha Kuasa, bagi umat Islam Allah Subhanahu wa taala.
yang memiliki sekalian alam. Hanya kepadanyaalah kita berdoa dan hanya kepadanyaalah kita meminta pertolongan.
Kita bersyukur atas segala kebaikan, karunia, kedamaian, dan atas kesehatan yang masih diberikan kepada kita sehingga kita dapat berkumpul di siang hari ini.
Kita hadir di sini dalam acara yang sangat besar, artinya sangat penting dan sangat membanggakan.
Walaupun selalu kita selalu ingat saudara-saudara kita di tempat-tempat yang jauh dari sini yang mengalami musibah berapa puluh hari lalu di Aceh, Sumatera Barat, Sumatera Utara, tapi juga ada di Jawa Timur, ada di Jawa Tengah, ada di Kalimantan, ada di beapa tempat.
Kita selalu ingat saudara-saudara kita, tapi kita juga bangga melihat pengabdian dharma bakti banyak unsur dari seluruh lapisan masyarakat TNI, Polri, BNPB, Basarnas, PU PLN, perusahaan-perusahaan danantara, semua bahu-membahu termasuk banyak relawan dari mana-mana.
Kita buktikan bangsa Indonesia bangsa yang kuat, bangsa yang berkemampuan, bangsa yang berdiri di atas kaki kita sendiri.
Saudara-saudara sekalian, terima kasih atas kehormatan yang diberikan kepada saya diundang hari ini pada acara panen raya dan pengumuman resmi bahwa Indonesia berhasil kembali menjadi bangsa yang swa sembada pangan.
Terima kasih saudara-saudara.
Saya selalu mengatakan di mana-mana bahwa bangsa Indonesia harus sungguh-sungguh menjadi bangsa yang waspada, bangsa yang selalu mau mengoreksi diri.
bangsa yang selalu berani menghadapi segala keadaan.
Saudara-saudara sekalian, kita mengerti dan paham bahwa bangsa kita negara yang kaya.
Setelah saya dipilih dan diangkat menjadi presiden, setelah saya mengambil alih pemerintahan, saya paham lebih paham, lebih mengerti atas kekayaan-kekayaan kita.
Tapi saya harus katakan saya prihatin, saya sedih dengan kenyataan bahwa banyak kekayaan kita yang tidak pandai kita kelola sehingga banyak kekayaan kita yang bocor.
Dari dulu saya mengerti hal ini, tapi saya tidak mengerti seberapa banyak kebocoran itu.
Dari tahun ke tahun sebelum saya menjadi presiden, saya berjuang berjuang sebagai ketua umum HKTI.
berjuang sebagai ketua umum sebuah partai. Kenapa? Karena saya melihat ada kejanggalan di bangsa kita. Saya melihat sudah berapa puluh tahun negara yang begini kaya, rakyatnya masih banyak yang miskin.
Saya tidak dapat menerima di akal sehat saya dan di hati saya bagaimana negara yang begini begini makmur, bagaimana negara yang berjuang ratusan tahun untuk merdeka, tetapi kekayaannya kurang dinikmati oleh sebagian besar rakyat Indonesia.
terutama yang tidak masuk di akal saya, bagaimana bisa negara yang begini besar, negara yang diberi karunia oleh yang maha kuasa, bumi yang luas, bumi yang kaya, tanah yang subur, tetapi kita tergantung bangsa lain untuk pangan kita. Kita impor, impor, impor pangan.
Tidak masuk di hati saya, tidak masuk di akal saya.
Saya memang bukan orang pintar, saya tidak punya gelar profesor, tapi saya bisa melihat yang benar dan yang tidak benar.
Saya bisa melihat yang masuk akal, yang tidak masuk akal.
Saya bisa merasakan keadilan dan tidak adanya keadilan.
Karena itu saya berjuang terus.
Saya dituduh mau jadi diktator.
Saya dituduh mau berkuasa, saya dituduh mau kudeta.
Tetapi saya sejak muda saya bersumpah sebagai prajurit adalah prajurit dari tentara nasional Indonesia. TNI adalah tentara rakyat.
TNI lahir dari rakyat. Waktu kita berjuang, kita diberi makan oleh rakyat Indonesia. Waktu kita menyatakan kemerdekaan, waktu kita menyatakan kemerdekaan tanggal 17 Agustus 1945, tidak ada anggaran, belum ada Kementerian Keuangan, belum ada pajak, belum ada BIA cukai. Siapa yang biayai pejuang-pejuang, siapa yang mendukung perang kemerdekaan? Yang mendukung perang kemerdekaan adalah rakyat Indonesia.
Yang memberi makan kepada tentara, pejuang-pejuang adalah para petani Indonesia.
Kita tidak bakal merdeka tanpa jasa para petani kita, Saudara-saudara sekalian.
Saudara-saudara sekalian, saya masuk tentara tahun 0. Tahun 0.
tahun 0.
Tetapi saya merasakan setiap saya latihan di desa-desa Jawa Tengah, Jawa Barat, rakyat keluar dari rumah, rumah-rumah yang sederhana, rumah-rumah gedek yang lantainya masih tanah.
Mereka keluar dari rumah, mereka memberi minuman teh, mereka memberi pisang, mereka memberi singkong kepada kami.
Saudara-saudara sekalian padahal untuk masak itu dia harus ambil kayu yang cukup jauh. Dia harus ambil air yang cukup jauh. Begitu cintanya rakyat kepada tentara.
Begitu sadarnya para petani terhadap negara bangsa Indonesia.
Para petanilah yang paling setia, yang paling loyal, dan yang paling merah putih di Republik Indonesia ini, Saudara-saudar sekalian.
Dan saya tidak habis pikir puluhan tahun para petani kita, para nelayan kita kurang dihormati, kurang dibela, kurang dilindungi.
Saya waktu saya berhenti dari tentara, saya merasa dihormati. Saya merasa terhormat tokoh-tokoh HKTI, tokoh-tokoh KTNA minta saya mantan panglima Kostrat untuk menjadi ketua umum HKTI.
Saudara-saudara sekalian dan saya terima ajakan itu sebagai ajakan yang sangat mulia.
Saya diminta membela kepentingan petani dan nelayan Indonesia. Ini sungguh kehormatan bagi saya. Saya ingat waktu saya masih sangat muda. Rakyat yang memberi makan kepada saya, saya tidak bisa lupa. Ini kesempatan pikiran saya. Saya membalas budi. Saya membayar hutang kembali kepada para petani Indonesia.
Saya jadi jenderal karena para petani Indonesia. Saya jadi jenderal karena rakyat Indonesia.
Pangkat yang saya emban adalah dari rakyat.
Karena itu saya sekarang harus berbakti untuk rakyat.
Dan ini adalah kesadaran dari pembantu-pembantu saya semua.
Mereka, saudara-saudara sekalian, banyak di antara tokoh-tokoh ini sebenarnya mereka sudah mapan.
Tuhan sudah memberi kebaikan dan rezeki kepada mereka.
Saudara Amran pengusaha yang sukses. Beliau jadi menteri adalah pengorbanan.
Beliau menteri yang enggak tahu saya sehari mungkin tidur hanya 3 4 jam. Saya kadang-kadang merasa prihatin, tapi saya dalam hati juga bangga.
Saudara Zulifli Hasan demikian juga masih mau berjuang, masih mau terjun di politik.
orang-orang yang masuk ke politik ini.
Saya juga merasa aneh juga saudara masih mau masuk politik. Politik di Indonesia ini pengorbanan.
Ingin mengabdi, ingin berbuat baik selalu dikuyu-kuyu, selalu dicari-cari kesalahan dan kejelekannya. Tapi tidak apa-apa.
Saya selalu katakan semakin naik ke puncak semakin diterpa angin yang kencang.
Mereka yang kuat yang akan sampai di atas.
Dan saudara-saudara para pemimpin, para pejabat, para gubernur, bupati, para walikota, para dirut-dirut BUMN.
Jangan gentar, jangan ragu-ragu.
Para adik-adik saya, menteri-menteri ini semua, jangan. Kehormatan berjuang untuk rakyat. kehormatan.
Kita semua akan dipanggil yang maha kuasa. Itu kepastian, Saudara-saudara.
Dan selalu saya katakan kalau gajah meninggal dia tinggalkan gading.
Harimau meninggal dia tinggalkan belang.
manusia pada saat kita dipanggil yang kita tinggalkan hanya nama nama nama baik. Tapi pada saat kita dipanggil, apakah rakyat oh dia waktu mimpin dia orang baik.
Waktu dia mimpin dia selalu membela rakyat. Waktu dia memimpin dia selalu membela keadilan.
Waktu dia memimpin, dia selalu membela orang yang lemah.
Waktu dia pimpin, dia selalu membela orang yang miskin. Waktu dia mimpin, dia selalu tegakkan keadilan.
Ah, saya kira keluarga kita semua akan merasa bangga daripada nanti kalau dipanggil, "Oh, dia dulu maling, dia dulu koruptor, dia dulu curi uang rakyat, dia memperkaya diri." Jadi, Saudara-saudara, bersyukurlah kalau kau diberi kepercayaan. Ini kesempatan kita berbakti, kesempatan memberi yang terbaik yang bisa kita berikan. Karena saudara-saudara, kadang-kadang kebenaran dan keadilan hanya bisa datang dengan kepemimpinan yang berani dan jujur.
Karena itu, Saudara-saudara, hari ini kita telah mencatat suatu kemenangan yang penting.
Tidak ada bangsa yang merdeka kalau makan tidak bisa tersedia untuk rakyat.
Gak ada. Tidak mungkin.
Tidak mungkin bangsa itu merdeka kalau makan pangan tergantung bangsa lain. Dan ini sudah dibuktikan.
Begitu ada COVID, negara yang punya beras tidak mau jual ke kita.
Saya tahu waktu itu saya sudah menteri.
Saya ngerti benar-benar presiden kita waktu itu sampaikan ke saya.
Beliau terbang ke sini, terbang ke sana nego sama pemimpin-pemimpin negara yang punya beras.
Akhirnya karena hubungan baik beliau dengan beberapa tokoh akhirnya mereka waktu COVID adalah pembuka mata. Waktu COVID pandemi adalah warning, adalah peringatan, adalah lampu kuning bagi bangsa Indonesia.
Jangan mau, jangan lengah, jangan tergantung bangsa lain.
Apalagi untuk makan juga untuk BBM, untuk energi.
Saudara-saudara yang maha kuasa telah memberi karunia yang luar biasa.
Ternyata dari pertanian kita bisa tidak tergantung bangsa lain juga. Soal makan tapi juga soal energi.
Dari kelapa sawit kita bisa menghasilkan solar.
Dari singkong kita bisa hasilkan etanol untuk bensin. Dari tebu kita juga bisa hasilkan etanol. Saudara-saudara sekalian luar biasa. Kalau waktu saya dilantik jadi presiden memang saya beri target 4 tahun sasembada beras, sasembada pangan. Terima kasih seluruh komunitas pertanian di Indonesia.
Saudara bekerja keras, saudara bersatu, saudara kompak, saudara hasilkan yang 4 tahun saudara berikan kepada bangsa dan negara. 1 tahun kita sudah sasembada. 1 tahun kita sudah berdiri di atas kaki kita sendiri. 1 tahun kita tidak tergantung bangsa-bangsa lain, Saudara sekalian.
Saudara-saudara, saya sungguh meyakini dan saya sungguh bangga bahwa hari ini saudara-saudara berhasil sebagai putra-putri terbaik bangsa.
Saudara buktikan bahwa Indonesia bisa.
Ada elit kita sebagian yang kerjanya hanya ngejek, hujat, fitnah, nyinyir, ya kan? Gak ada keberhasilan bangsa Indonesia.
Atlet-atlet kita berjuang enggak ada.
Mereka ucapan selamat enggak ada. Mereka menghargai usaha pemerintah malah selalu ngenyek.
Ini aneh ya.
Aneh ini. Kesehatan jiwa mereka itu agak aneh gaya sendiri bingung. Tapi biarlah enggak ada urusan itu. Saya kira sedikit mereka itu mereka pintarnya hanya di sosmet. Enggak jelas juga itu. Jangan-jangan mereka dibayar.
Yang penting, Saudara-saudara, hari ini Saudara memberi kepada bangsa dan negara bukti yang nyata.
Saudara telah menurut saya mencatat tonggak penting dalam kemerdekaan bangsa Indonesia, Saudara-saudara.
Banyak tokoh tokoh penting ngomong ke saya berapa bulan yang lalu, Pak Bowo. Gak mungkin swembada Indonesia itu sungguh ini ngomong ke saya. Tidak mungkin suas sembada itu. Amran itu.
Hati-hati Amran itu kadang-kadang banyak janjinya saja.
Tapi hari ini, Saudara-saudara sekalian, Saudara Andi Amran Sulaiman, saya beri bintang jasa utama.
Dia bersama kalian, jajaran kalian semua ini semua kalian telah mengamankan masa depan bangsa Indonesia.
Dan saya percaya habis ini kita tidak akan bisa diberhentikan. Saya melihat tadi produk-produk hilirisasi, produk-produk dari pertanian luar biasa, Saudara-saudara.
Nanti dengan swasada pangan di mana-mana, tidak hanya beras tapi jagung. Saya dijanjikan oleh Pak Amran, oleh Wakil Menteri Pertanian, didukung oleh TNI dan Polri.
Dijanjikan bahwa jagung pun kita dalam waktu dekat akan suas sembada.
Pakan akan murah.
untuk seluruh peternak dan petani. Kita akan turunkan harga pakan. Kita akan sudah kita turunkan harga pupuk. Kalau bisa kita turunkan lagi harga pupuk.
Saudara sekalian, saya ingin jadi presiden.
Saya ingin jadi presiden. prestasi saya yang saya idam-idamkan kalau saya bisa jadi presiden di mana harga-harga turun, harga pangan turun, harga pupuk turun, harga benih turun, harga untuk rakyat-rakyat kita turun terjangkau di semua bidang.
Saya ingin nanti anak-anak petani kembali, anak-anaknya bisa sekolah tinggi, anak-anaknya bisa jadi insinyur, anak-anaknya bisa jadi dokter, anak-anaknya bisa jadi jenderal.
seperti sekarang itu menteri pertanianmu anaknya petani, wakil menteri pertanianmu anaknya petani, sekarang jadi menteri, jadi wakil menteri.
Kalau dia tuh petani asli itu mereka ini kulitnya hitam, enggak ada petani yang benar kulitnya putih. Ada enggak? Yang kulit putih itu bintang film.
atau penyanyi penyanyi band memang Menteri Pertanian dan Wakil Wakil Menteri Pertanian ini cocok cocok itu kalau berjalan tuh iya kan berjalan itu serasi nomor satu dan nomor dua sama-sama hitam kalau malam gelap itu enggak kelihatan Gu hanya giginya yang kelihatan kalau senyum, Saudara-saudara. Tapi saya saya bangga dengan kalian ya hari ini.
Bahagia bagi saya.
Bahagia saya senang sekali. Dan saya melihat tadi penuh harapan, penuh keyakinan kalau banyak tokoh nyinyir mengatakan kita tidak bisa soal-sabang. Hari ini kita buktikan kita semua pangan.
Sekarang setelah kita suasana berpap pangangan saya dengar lagi. Oh iya tapi paling suasa berpap pangannya paling setahun 2 tahun.
Enggak apa-apa kita buktikan tiap tahun kita buktikan swasada. Sasada swasada.
Sasada tidak hanya sasada beras, jagung singkong.
semuanya kita suasembad nanti. Bawang putih kita harus suasembadan, Saudara-saudara.
Ternak, ikan, semuanya kita akan produksi besar-besaran.
Kita akan buka ribuan desa-desa nelayan. Kita akan buka ratusan budidaya ikan.
Saudara-saudara sekalian, rakyat kita, anak-anak kita harus makan protein yang banyak. Dia harus tumbuh kuat, tumbuh pintar, dan tumbuh menjadi masa depan Indonesia yang hebat.
Saudara-saudara sekalian, ini rencana besar kita ini. Hari ini saya sungguh terima kasih hari ini saya merasa dapat dorongan, saya merasa dapat kekuatan energi, saya merasa sepertinya menjadi 30 tahun lebih muda.
Karena saya melihat tadi penghasilan petani kita naik dan saya juga dapat laporan dari Menteri Kelautan. Menteri Kelautan ada hasil daripada nelayan-nelaian kita juga naik dan di tahun-tahun mendatang akan lebih naik lagi. Hari tahun 26 ini kita targetkan 1100 desa nelayan.
tahun-tahun depan mungkin lebih banyak lagi.
Hari ini kita sudah memberi makan bergizi gratis 55 juta anak Indonesia.
55 juta dalam 1 tahun.
Belum ada bangsa lain yang bisa seperti kita, Saudara-saudara. Walaupun terus kita dinyinyir tidak ada apa-apa. Yang penting kita bekerja untuk rakyat. Tadi waktu saya datang, rakyat banyak juga yang teriak, "Pak, desa kami belum terima MBG.
Saya minta maaf kemampuan kita." Nah, tapi insyaallah tahun 2026 ini seluruh desa di Indonesia akan menerima MBG.
Sasaran kita Desember 2026 semua desa mendapat MBG. Mudah-mudahan bisa lebih cepat. Tapi Desember kita harus sampai semua anak Indonesia dan semua ibu-ibu hamil dan semua orang tua lansia juga kita beri makan. Saya kira mungkin bangsa Indonesia adalah bangsa nanti yang terbukti mengurus rakyatnya yang sebaik-baiknya.
Tetapi yang ada tetapinya.
Tetapi para pejabat, para pemimpin, rekan-rekan saya, pembantu-pembantu saya, saya minta dukunganmu.
Mari kita bersatu, mari kita kompak.
Kita lawan korupsi, kita berantas penyelewengan. Kita tegakkan hukum.
Jangan ragu-ragu. Jangan ragu-ragu.
Kita sudah menguasai, sudah sita 4 juta hektar kebun kelapa sawit yang melanggar hukum. Sudah kita sita jampitus benar Jas Agung.
Dan tahun 2026 mungkin kita akan sita tambahan 4 atau 5 juta lagi.
Kita sudah bertindak terhadap ratusan tambang ilegal.
Sudah ratusan triliun kita selamatkan. Masih banyak yang bocor.
Terus kita kerja. Karena saudara-saudara, uang rakyat harus benar-benar dinikmati oleh seluruh rakyat Indonesia.
Tidak boleh sepeser rupiah pun tidak sampai ke rakyat.
Ini tekad saya sebagai presiden yang dilantik dan dipilih oleh rakyat. Ini tugas kabinet merah putih.
Alhamdulillah setelah 1 tahun saya melihat kabinet yang saya pimpin bekerja, saya bangga kerja sama kita cukup baik.
Kita sudah menjadi tim yang tidak usah menunggu perintah, sudah mengerti.
Ibarat tim sepak bola masing-masing sudah mengerti tugasnya.
Yang striker, yang di tengah, yang bertahan, yang cadangan pun tahu menjadi cadangan yang baik.
pada saatnya akan dimainkan.
Saudara-saudara sekalian, saya kira cukup yang ingin saya sampaikan. Terima kasih. Hanya itu yang bisa saya sampaikan tadi Menteri Pertanian. Terima kasih. Terima kasih beliau sudah mewakili saya. Tapi saya sampaikan penghargaan terima kasih secara garis besar kepada semua, semua gubernur, semua bupati, semua pemimpin.
Saya tidak mandang partai mana, kelompok mana, tidak ada. Saya nak tanya, saya tidak mau tahu. Kita semua putra merah putih. Kita semua anak bangsa Indonesia. Persaingan baik, enggak ada urusan.
Bertanding bagus, masa mau bertanding enggak ada lawan tanding. Enggak seru dong.
Benar. Betul.
Apa kita mau lomba? Lomba 100 m lari sendiri. Enggak ada enggak ada lawannya. Enggak lucu itu.
Iya kan? Itu dagelan namanya itu. Enggak apa-apa.
Tapi bersaing tujuannya sama. Begitu siapapun yang menang harus bekerja, harus membela rakyat, harus bekerja sesungguhnya untuk rakyat Indonesia.
Jangan berkuasa. Habis itu menjual diri.
Iya kan? Aku 1 tahun aja ya jadi presiden. Geleng-geleng kepala juga saya.
Berapa kali saya mau disogok bolak-balik datang minta ini, minta itu. Saya tegakkan peraturan. Tegakkan sesuai dengan kepentingan bangsa dan negara.
Saya nak ikut-ikut yang lain-lain.
Kemarin saya dikasih daftar Pak. ini daftar sekian puluh perusahaan yang melanggar, yang mau dicabut izinnya. Silakan Bapak pelajari.
Saya bilang, "Saya enggak mau. Saya enggak mau lihat." Itu karena saya takut ada teman saya di situ.
Iya, kan? Enggak enak bisa terpengaruh.
Saya begitu lihat daftar, "I aduh teman saya." Begitu lihat, eh ini Grinderrai.
Jadi lebih baik saya enggak lihat, saya enggak mau tahu. Jadi kalau yang dicabut ya salahkan aja Jaksa Agung. I kan memang kalian menteri-menteri kalian diangkat ya kan. Kalian diangkat untuk ya untuk dihujat enggak apa-apa. Saya enggak mau baca karena saya enggak mau terpengaruh.
Kemarin ada menteri, "Pak, Pak ini tolong papak pelajari ini, Pak. 20 ini ada nama-namanya. Eh, jangan, jangan, jangan. Saya takut ada teman saya di situ atau ada anggota Gerindra." Iya kan?
Kalau sekarang saya bilang saya enggak tahu. Saya serahkan ke aparat penegak hukum.
Mereka tanya, "Pak, ada bat apa petunjuk yang melanggar tindak sederhana.
Bahasa Indonesia enggak usah ditafsirkan. Undang-Undang Dasar 45 pasal 33 jelas.
Gak usah ada penterjemah.
Bumi dan air dan semua kekayaan yang terkandung di dalamnya dikuasai negara dan dipergunakan sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat.
Apa yang kurang jelas?
Yang tidak paham keluar aja dari jabatan. Segera mundurkan diri. Banyak yang bisa gantikan, Saudara-saudara ya. Enggak usah takut. Anak-anak muda yang baik-baik itu mau berjuang untuk kebaikan. Jadi, Saudara-saudara, terima kasih pengabdianMu. Prestasi luar biasa ini membuat kita tambah percaya dari hasil menuju hasil, dari kemenangan menuju kemenangan-kemenangan baru.
kepercayaan diri kita mampu Indonesia mampu Indonesia cerah Indonesia semangat Indonesia makmur dan kemakmuran harus sungguh-sungguh di tangan rakyat Indonesia.
Saudara-saudara sekalian, saya ini mantan tentara prajurit.
Di tentara ada adat tentara, kebiasaan tentara, yaitu bawahan hormat atasan.
Itu itu di Indonesia.
di beberapa negara atasan dan bawahan hormat bersamaan.
Tapi saya punya dari sejak muda saya mimpin pasukan tempur.
Saya punya kebiasaan.
Kadang-kadang saya mimpin pasukan saya dengan keras, tapi akhirnya mendapat keberhasilan dan akhirnya saya menjadi kagum dan bangga dengan anak buah saya dan akhirnya saya yang hormat mereka duluan.
Saudara-saudara sekalian, izinkanlah saya mengikuti nazuri saya, mengikuti kebiasaan saya dari sejak muda.
Izinkan saya hormat kepada seluruh dari kalian yang telah berjuang mengabdi sehingga kita sasempada pangan.
Terima kasih. Wasalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Salam sejahtera kita sekalian. Shalom.
Salve. Om swastiastu. Namo buddhaya. Salam kebajikan. Merdeka. Merdeka! Merdeka! Merdeka!
Merdeka! Merdeka! Hidup petani! Hidup! Tan makmur! Indonesia sejahtera.
Sejahtera Indonesia. Maju! Maju. Terima kasih. Selamat berjuang.
Selanjutnya mohon berkenan Ah.