Daftar / 2026-02-14

[Full] Pidato Presiden Prabowo Sepekan, Puji Kapolri hingga Komitmen Basmi Korupsi

14 Feb 2026 KOMPASTV 1:41:46 media transcript_panel 1 unggahan

Sumber

Video kanonik
Fg3bR9HM5S4
Transkrip dari
engine/data/prabowo/raw/Fg3bR9HM5S4.json
Jumlah token
6.985
Kata unik
1.650
Durasi
1:41:46 (6.106 detik)
Bahasa
Metode
Commit engine

Semua unggahan pidato ini

Hanya satu yang dipakai untuk hitungan. Sisanya tetap dicatat.

VideoKanalDiunggahTokenDiambil viaStatus
kanonik Fg3bR9HM5S4
[Full] Pidato Presiden Prabowo Sepekan, Puji Kapolri hingga Komitmen Basmi Korup
KOMPASTV

Sinyal kebijakan: —

Sinyal total — · token eksak — · frasa penuh — · ambigu —

Topik yang terdeteksi

nasional dan identitas 217 ekonomi 59 kesehatan dan gizi 57 tata kelola 47 pertahanan dan keamanan 46 pangan 31 pendidikan 12

Sinyal leksikal, bukan klasifikasi.

Transkrip

Cap waktu di kiri bertaut ke detik yang tepat di YouTube.

Penderitaan rakyat adalah penderitaan tentara di hadapan seluruh rakyat Indonesia.
Saya katakan memang tim saya adalah warahmatullahi wabarakatuh.
Selamat pagi. Salam sejahtera bagi kita sekalian.
Shalom. Salve, Om Swastiastu, Namo Buddhaya, salam kebajikan.
Yang saya hormati dan yang saya banggakan Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia sebagai penyelenggara Jenderal Polisi Listio Sigit Prabowo beserta seluruh jajaran pejabat utama markas besar Podri. Yang saya hormati dan yang saya banggakan.
Menteri Koordinator Pangan Kabinet Merah Putih Saudara Sukrifi Hasan. Yang saya hormati dan saya banggakan.
Menteri Koordinator Politik dan Keamanan Jenderal TNI Pawirawan Jamari Caniago.
Kepala Badan Gizi Nasional Prof. Dr. Dadan Hindayana, para Menteri Kabinat Merah Putih.
para wakil menteri, panglima TNI, para kepala badan, serta seluruh anggota kabinet merah putih yang hadir, Menteri Perdagangan, Saudara Budi Santoso, Menteri Kebudayaan Prof. Dr. Fadli Zon. Yang saya hormati Menteri Sekretaris Negara, Saudara Prasetyo Hadi ya, Panglima TNI tadi sudah Jenderal TNI Agus Subianto.
Sekretaris Kabinet Republik Indonesia Letnan Kolonel Infanter Tedy Indrawijaya.
Kepala Staf Kepresiden Saudara Muhammad Khodari. Yang saya hormati Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan Prof. Taruna Ikrar, Kepala Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal, Saudara Ahmad Haikal Hasan.
Wakil Menteri Dalam Negeri, Komisaris Jenderal Polisi Ahmad Wiyagus, Wakil Menteri Kesehatan, Saudara Benyamin Paulus.
Wakil Kepala Badan Gizi Nasional Inspektur Jenderal Polisi Purnawirawan Sony Sanjaya, Wakil Kepala Badan Gizi Nasional, Saudari Nani Sudarjati Deang.
Saudara-saudara sekalian.
Yang saya hormati para Kapolda seluruh Indonesia, Wakil Ketua Komisi 1 sekaligus Ketua Umum Karang Taruna Nasional, Saudara Budi Jiwandono, Wakil Gubernur DKI Jakarta, Saudara Ranokarno, lebih dikenal Siidul udah bukan anak jaranan lagi.
Kapolda Metro Jaya, Irjen Polisi Asep Edi Suheri. Ya, Kepala Satgas MBG Polri, Irjen Polisi Nurworoang, Mas.
Para tokoh masyarakat Karang Taruna komunitas UMKM, para kepala sekolah penerimaan manfaat SPPGI Polda Metro Jaya, seluruh hadirin undangan serta rekan pers dan media yang saya hormati dan saya banggakan.
Sebagai insan yang bertakwa, marilah kita tidak henti-hentinya memanjatkan puji syukur kehadirat Tuhan Maha Kuasa, Tuhan Maha Besar, bagi umat Islam, Allah Subhanahu wa taala yang memiliki sekalian alam.
Hanya kepadanyaalah kita berdoa dan hanya kepadanyalah kita meminta pertolongan.
Kita bersyukur atas segala kebaikan kedamaian yang diberikan kepada bangsa dan negara kita.
kesehatan yang masih diberikan kepada kita sehingga kita dapat berkumpul pada pagi hari ini untuk melaksanakan suatu acara peresmian dan ground breaking 1179 SPPG dan peresmian 18 gudang ketahanan pangan Polri. [berdehem] Kita juga selalu berdoa kepada yang maha kuasa agar saudara saudara kita yang telah mengalami suatu musibah, bencana di berbagai tempat wilayah tanah air kita selalu diberi kekuatan, ketegaran,
dan kondisinya Cara segera dapat dipulihkan.
[berdehem] Ee pada kesempatan ini saya menyampaikan terima kasih atas kehormatan yang besar diberikan kepada saya untuk bisa hadir dalam acara yang istimewa ini. Saya hari ini ee sungguh-sungguh merasa bahagia, saya merasa gembira.
Saya merasa puas hati karena saya melihat salah satu institusi yang sangat penting bagi negara dan bangsa kita, yaitu kepolisian negara Republik Indonesia telah mengambil inisiatif mungkin di suatu bidang yang seolah-olah tidak merupakan tugas pokoknya, tetapi pimpinan kepolisian negara telah menangkap masalah yang krusial bagi keselamatan suatu bangsa sebagai pemimpin Saya sangat menghargai tadi inisiatif
kesadaran pimpinan Polri, Kapolri Jenderal Polisi Listo Sigit. Prabowo beserta jajarannya, beserta pimpinannya telah [mendengus] melaksanakan tugas dan kewajibannya sebagai seorang pemimpin, seorang panglima.
Beliau dengan jajarannya telah menganalisa tugas pokok yang diajarkan kepada kita sewaktu kita masih sangat muda.
adalah seorang pemimpin itu harus mencari tugas yang terkandung, tugas pokok ya memimpin kepelusian, sebagai penegak hukum, sebagai pelaku utama menjaga keamanan, ketertiban masyarakat. Ya.
Tetapi paham yang lebih besar adalah keamanan ketertiban masyarakat yang sesungguhnya adalah manakala masyarakat rakyat merasa aman, merasa bahagia, merasa punya harapan dan manusia di manaun apapun agamanya, apapun, rasnya, apapun kelompok etnisnya, manusia manapun, seorang bapak dan seorang ibu yang utama pemikirannya, yang utama perhatiannya adalah keamanan dan kesejahteraan keluarganya, anak-anaknya.
Dan keamanan yang pertama adalah aman dari lapar.
Saudara-saudara, program semacam ini sesungguhnya bukan pertama kali dilaksanakan di Indonesia. Sudah puluhan negara lain melaksanakan.
puluhan negara lain dan negara-negara yang maju, negara-negara yang demokratis pasti punya program makan bergizi gratis untuk rakyatnya.
Makan bergizi gratis mungkin tidak penting [berdehem] untuk orang-orang yang cukup berada.
Mungkin mungkin tidak penting bagi mereka yang di atas, tapi di seluruh dunia yang saya pelajari makan bergizi gratis adalah sangat-sangat di perlukan oleh mayoritas rakyat.
Waktu saya melancarkan program ini, saya diejek saya di jelek-jelekin saya di tuduh macam-macam.
Saya juga tidak mengerti. Bahkan yang banyak mengejek adalah orang-orang yang terdidik.
Profesor-profesor terkenal mengejek dan menghina saya.
Dan mereka meramalkan proyek ini pasti gagal.
Program ini menghamburhamburkan uang.
apa ee operasi ini, kampanye ini menjelek-jelekan ee presiden yang dipilih langsung oleh rakyat.
Mungkin sebagai ungkapan dendam dan dengki mungkin [berdehem] adalah biasa, tapi sesuatu yang menyerang, hal yang sangat diperlukan oleh orang-orang yang belum kuat ekonominya.
sungguh sungguh menyedihkan bagi saya. Tapi saya yakin waktu itu saya berada di atas jalan yang benar.
Saya yakin bahwa tujuan kita benar dan baik.
Terlalu banyak anak-anak Indonesia mengalami stunting.
Stunting itu adalah kurang gizi.
Kurang gizi ini mengakibatkan sel-sel kita tidak bisa berkembang dengan baik.
Sel otak tidak bisa berkembang dengan baik. Sel [mendengus] tulang tidak bisa berkembang dengan baik. Sel otot tidak bisa berkembang dengan baik.
Jadi stunting akibat juga dari proses pemiskinan, proyek pemiskinan rakyat Indonesia.
Stunting waktu itu 25% dari anak-anak kita.
kita tidak bisa dengan teori, tidak bisa dengan ee hanya dengan kata-kata, hanya dengan ee program-program indah.
Akhirnya saya belajar dari pengalaman bangsa-bangsa lain bahwa memang satu-satunya jalan adalah intervensi langsung dari pemerintah langsung kepada anak-anak, ibu-ibu hamil dan orang tua yang tidak berdaya, orang tua lansia.
ini sudah dilaksanakan oleh lebih dari 77 negara.
Saya ulangi mungkin lebih dari 75 kita mungkin negara yang ke-76 atau ke-77.
Dan saya lihat waktu itu negara-negara yang persis seperti kita yang per kapita PDB adalah bahkan lebih rendah dari kita. Setengah dari Indonesia. India itu adalah setengah ee produk domestik brutonya ee setengah per kapita dari kita berani memberi makan gratis untuk 800 juta rakyat mereka dan sudah berjalan 10 tahun lebih bahkan di kalau tidak salah sudah menjadi undang-undang dan kalau tidak salah mohon dicek sudah dimasukkan di amandemen konstitusi mereka.
Karena itu ee kita laksanakan program ini ya, kita hadapi ee kampanye luar biasa.
Penjelek-jelekan mengatakan bahwa saya menghambur-hamburkan uang.
Padahal, Saudara-saudara, uang ini adalah hasil penghematan, hasil efisiensi dari anggaran yang saya dan tim saya yakin kalau tidak kita hemat, uang ini akan dimakan oleh korupsi, akan dihabis-habiskan untuk memperkaya oknum-oknum pribadi-pribadi.
Budaya menghabiskan habiskan menghabiskan anggaran budaya menggelumbungkan anggaran budaya melaksanakan kegiatan-kegiatan yang tidak produktif, tidak ada manfaat bagi bangsa, negara, dan rakyat. Itu terus dilaksanakan.
rapat-rapat di hotel-hotel di luar kota, seminar-seminar, konferensi-konferensi, kunjungan-kunjungan yang tidak bermanfaat.
Rakyat ditipu, rakyat dibohongi.
Ini yang kita hemat. Uang ini yang kita alihkan untuk hal-hal seperti ini, Saudara-saudara.
APBN kita tidak keluar dari parameter yang kita tetapkan.
Defisit kita masih di bawah batas yang kita tetapkan sendiri.
3% de kita, saudara-saudara sekalian, 3% dari PDB dan saya bertekad kita akan berusaha sekeras mungkin untuk kita kurangi dari situ.
Bahkan [berdehem] cita-cita kita adalah harus kita punya cita-cita, harus kita punya target.
Walaupun target itu sulit dikendalikan atau sulit dicapai, kita harus berani. Kita harus menjadi bangsa yang berani.
Bukan bangsa yang menyerah. Bukan bangsa yang kalah sebelum perjuangan.
Saya telah mempelajari setelah saya menjabat masih terlalu banyak kebocoran, masih terlalu banyak penghamburan.
Saya ingin tertibkan birokrasi kita.
Saya ingin menyelamatkan kekayaan negara.
Saya ingin menyelamatkan aset-aset negara [berdehem] ini. Terus kita kerjakan. Terus kita kerjakan.
MBG.
Ternyata setelah kita terus kerja kerjakan, hari ini kita sudah mencapai laporan dari Kepala BGN 60 juta 200.000 penerima manfaat.
Di antaranya peran dari Polri.
Saudara-saudara, kita telah memberi makan tiap hari tadi 60 juta lebih.
Kita sudah berhasil memiliki 22.000 275 SPPG.
Sudah sampai 23.000 SPPG yaitu dapur di 38 provinsi seluruh Indonesia.
Jumlah ini kira-kira setara dengan memberi makan seluruh penduduk seluruh penduduk Afrika Selatan tiap hari atau sama dengan 10 kali Singapura tiap hari.
[tepuk tangan] atau dua kali Malaysia tiap hari.
Bagi mereka yang waktu kita baru mulai 1 bulan saja, 2 bulan saja kita sudah dihina, sudah diramalkan, pasti gagal.
Pak Kudari Turung di kumpulin ya video klip-vide klip yang ramalkan kita pasti gagal yang mengatakan saya menghina bangsa Indonesia. MBG ini penghinaan kepada bangsa Indonesia. Kita mau menyelamatkan anak-anak kita dibilang menghina.
Ini harus ada rekam digital ya, direkam semua.
Insyaallah kita mencapai 80 sekian juta.
Aku minta biar saya bisa tiap malam saya lihat-lihat.
Iya, kan? Enggak apa-apa. Jadi, eh saya bilang, "Aduh, apa iya ya? Apa? Iya, saya menghina bangsa Indonesia. Dari umur muda Letnan 2 tidak punya apa-apa.
Saya siap mati untuk republik. Kok saya sampai hati mau menghina? Tidak.
Saya sisa hidup saya hanyelamatkan membangun Republik Indonesia.
[tepuk tangan] Saya ingin mati di atas jalan kebenaran.
Saya ingin mati membela kebenaran, keadilan, dan keselamatan rakyat saya.
Ini kehormatan kehormatan bagi seorang prajurit mati untuk rakyatnya. Masa saya mau menghina.
Tapi sudahlah, sekarang kita buktikan bersama.
Jadi saya terima kasih kepolisian Republik Indonesia, Saudara.
[tepuk tangan] Sebagaimana saya selalu ingatkan, polisi Indonesia itu punya kepribadian yang lain dari polisi, negara-negara lain. Tiap negara punya sejarah. dan tradisinya masing-masing. Kita tidak mempersoalkan.
You punya sejarah, bangga dengan sejarahmu. Kita punya sejarah.
Polisi kita lahir dalam kancah perang kemerdekaan. Polisi kita ya perang untuk kemerdekaan.
Polisi kita angkat senjata.
Jadi sebagaimana tentara Indonesia lahir dari rakyat, jadi harus selalu menjadi tentara rakyat. Polisi kita lahir dari rakyat, harus selalu menjadi polisi rakyat. Itu yang saya selalu anjurkan. Dan sekarang pimpinan-pimpinan Polri ee menghayati itu, Saudara-saudara.
keselamatan suatu bangsa, keamanan suatu bangsa letak dalam cintanya rakyat terhadap bangsanya.
Rakyat cinta kepada bangsa, negara kuat dan polisi dan tentara adalah wujud dari suatu bangsa. Yang pertama dilihat oleh rakyat di tempat terpencil polisi dan tentara.
Kehadiran negara diwujudkan oleh tentara dan polisi.
Karena itu kalau tentara dan polisi menghayati perannya, menghayati sumpahnya, menghayati beban yang diberi di pundaknya, tentara polisi akan menjaga menjaga dirinya di hadapan rakyat.
selalu memberi yang terbaik untuk rakyat. Saya terima kasih TNI dan Polri.
Sungguh saya terima kasih.
[tepuk tangan] Saya bangga, Saudara-saudara.
Bencana kemarin itu adalah musibah bagi kita. Tapi bencana kemarin rakyat bisa melihat TNI dan Polri habis-habisan terjun untuk membantu mengatasi kesulitan rakyat di tempat-tempat bencana. Saya lihat sendiri, saya keliling, saya melihat TNI, saya melihat Polri dan juga KL-KL lain. Saya tanya, "Berapa lama kau di sini?" "Sudah 20 hari, Pak." sudah 3 minggu, ada yang sudah 1 bulan.
Ini membuktikan kembali bahwa negara hadir pertama orang-orang politik tertentu seolah-olah girang dengan bencana. Oh, dengan bencana kita bisa bikin suatu ee suasana ketidakpercayaan kepada pemerintah, ketidakpercayaan kepada Republik Indonesia.
Memang ada kelompok-kelompok tertentu, tetapi saya terima kasih dalam beberapa minggu kita kerahkan kekuatan kita semuanya bahu-membahu kita atasi sampai sekarang.
Ketua Satgas Rekonstruksi dan Rehabilitasi yang kita bentuk yaitu seorang seorang alumni kepolisian, mantan Kapolri ya, Saudara ee Bapak itu Menteri Dalam Negeri kita, Jenderal Polisi Purnawirawan Tito Karnavian adalah ketua Satgas yang saya tunjuk.
Beliau lapor ke saya, Pak, dari kalau tidak salah 52 titik ya, 52 titik yang terkena tertimpa tinggal 10 tinggal 10 kabupaten yang masih belum normal.
Tapi beliau laporan perkiraan beliau dalam 2 bulan [berdehem] sisanya akan normal.
Saudara-saudara, ini suatu bukti kembali lagi [berdehem] bahwa dua tonggak penting, dua tonggak penting dari negara, dari NKRI, TNI, dan Polri telah menunjukkan prestasinya, pengabdiannya di lapangan dengan pengorbanan ada yang ada yang gugur melaksanakan tugas.
Hari ini Polri telah menunjukkan perannya yang sangat penting. Saya diingatkan waktu ya jam berapa? Hah?
11.30 11.30. Baik.
Saya kalau sudah apa namanya?
Saya kalau sudah semangat, saya ingin menyampaikan pikiran-pikiran saya. Ya kadang-kadang seolah-olah membosankan, tapi itu tugasnya.
tugasnya pemimpin.
Pemimpin itu adalah juga guru.
Ya, kita diajarkan seorang komandan adalah kawan seperjuangan, tapi juga guru, juga bapak. Kita ya harus bicara yang baik-baik, yang tidak baik kita harus kasih tahu ya.
Jangan kalau yang baik tidak dihormati, tidak dihargai.
Iya kan? Karena itu tadi kita beri penghargaan Kapolri belum. Karena beliau nanti harus dapat penghargaan yang lebih tinggi lagi.
[tepuk tangan] Saya kira mungkin Mahaputra itu pantas untuk beliau. Saya tanya [tepuk tangan] tadi saya tanya, Anda sudah dapat mahaputra belum? Belum. Iya. Saya yang beri mahaputra untuk beliau.
[tepuk tangan] Ini kehormatan bagi seorang pemimpin.
Ini kebahagiaan seorang bapak bisa mengucapkan terima kasih kepada anaknya.
kebanggaan.
Saya tahu, Saudara-saudara, polisi banyak jadi sasaran. Itu risiko.
TNI juga dulu jadi sasaran, ya kan?
Jenderal-jenderal kita yang paling hebat, paling jago, ya kan? Dimaki-maki, dituduh penjahat perang, dituduh melanggar HAM.
Rasanya TNI enggak pernah ngebom rumah sakit selama sejarahnya TNI.
Rasanya TNI enggak pernah bom panti asuhan. Rasanya TNI enggak pernah bom sekolah.
Enggak pernah bom gereja atau masjid.
Negara-negara barat yang ngajarin HAM kepada kita. Iya kan?
Saya enggak mau banyak komentar lagiah ya.
Ya, Anda tahu maksud saya ya. Jadi banyak kalau istilah dulu kita njarkoni iso ngajar ora iso ngelakoni.
Mereka ngajarin kita semua ya kan.
Dulu TNI yang selalu diserang bulan-bulanan. Yah, polisi ya tabahlah kau juga jadi sasaran bulan-bulanan enggak apa-apa. Iya kan? Itu risiko benar enggak? Yang penting niat baik pengorbanan untuk bangsa dan negara.
Kalau ada dalam institusi ratusan ribu orang kalau ada yang enggak benar ya tindak.
Saya ibaratkan kalau ada sekolah murid-muridnya ada yang brengsek, ada yang tawur-tawuran, ada yang kurang ajar, ada yang ini muridnya bukan kepala sekolahnya yang dicopot. Keliru itu terbalik. Bukan sekolahnya ditutup tapi enggak apa-apa. Ini adalah risiko seorang pemimpin. Ya, kau itu dikasih bintang di sini itu untuk tahan, tahan banting, tahan maki-maki, tahan serangan, ya kan? Apalagi serangannya di sosm kan ya. Sosm itu banyak apa itu [berdehem]
banyak buser apa baser. Iya kan?
Jadi kita harus tegar. Yang jelas kita buktikan kepada rakyat hari ini saya harus mengatakan bahwa saya bangga dan puas dengan prestasi, [tepuk tangan] Saudara-saudara.
Saudara-saudara, menghasilkan pangan, menghasilkan makanan itu adalah melanjutkan [berdehem] peradaban.
Tidak ada peradaban, tidak ada bangsa Indonesia tanpa pangan.
Tiap hari pangan itu dibutuhkan tiap hari untuk kelangsungan hidup rakyat kita dan inisiatif saudara dengan menggunakan teknologi yang terbaik.
Teknologi terbaik tapi tercapai terjangkau oleh kemampuan uang kita.
Tadi saya lihat alat-alat yang digunakan dirintis oleh kepolisian.
Saya lihat apa? Ada filter air, ada ultraviolet untuk membunuh bakteri di apa?
Di tray makanan.
Ada food security test, food safety test yang diproduksi di dalam negeri yang tidak kalah dengan kualitas dunia. Ini sesuatu yang yang berprestasi.
Ini sesuatu yang membanggakan. Rakyat harus tahu ya. Kita [berdehem] sudah menghasilkan sampai hari ini 4, miliar porsi makanan. 4,5 miliar porsi dan kita masih ada kekurangan.
Saya dapat laporan sampai hari ini sudah kurang lebih 28.000 penerimaan manfaat yang mengalami gangguan dikatakan keracunan, sakit perut dan sebagainya.
28.000 RIB dari 4,5 miliar kalau tidak salah itu adalah 0,00 6 0,006 artinya 99 kom,9 Iya kan empat ya. I kan 999 4 99,999 itu kalau statistik ya itu kan dibulatkan ke atas berarti apa?
99,999 itu berhasil itu i kan di mana ada usaha manusia yang 100%.
Ada tapi tidak gampang dicapai. kita saya dapat laporan kemarin ee ini tolong diverifikasi tapi saya dapat laporan bahwa apa kita punya statistik sampai hari ini insyaallah kita pertahankan kalau bisa kita kurangi lagi ya kan tapi kita punya statistik itu lebih baik dari Jepang dan lebih baik dari Eropa. Ini saya baru dapat laporan 2 hari yang lalu.
Kalau demikian ya kita tidak boleh terlalu tidak boleh terlalu kecil hati. Jangan kita sombong, jangan kita betatang betenteng. Ya, kesombongan adalah awal dari kehancuran.
Ingat itu ya.
Semakin berisi semakin menunduk. Itu adalah ilmu padi nenek moyang kita. Itu adalah ilmu pendekar.
Pendekar yang benar.
Semakin kuat semakin rendah hati.
Semakin dihu dihujat semakin difitnah.
Tegar ya. Tegar. Senyum.
Saudara-saudara, kalau kau diserang, kau difitnah, berarti kau diperhitungkan.
Itu ilmu sejarah yang saya dapat.
Orang yang enggak diserang, orang yang enggak dihujat, orang yang enggak difitnah, memang dia enggak diperhitungkan.
Eweuh pengaruh nak.
Iya kan? Jadi Pak Dadan tegar. Terima kasih ya. Ini Pak Dadan ini ilmunya kuat juga ini. Saya heran juga. Iya kan?
Tapi pendekatan kita rasional, logika, ilmiah, saintifik, dan hati bersih. Niat baik. Ya kan kita niat baik.
Kita ingin menghilangkan kemiskinan. Kita ingin menghilangkan kelaparan.
Saudara-saudara, saya dapat laporan baru berapa hari juga dari berapa kabupaten, berapa kepala daerah. Mereka katakan mereka sekarang yakin manfaat dari MBG karena apa?
mengurangi ee kesenjangan.
Kesenjangan antara yang kaya dan miskin itu diukur oleh gini rasio. Mereka lihat gini rasionya berkurang.
Lapangan kerja dibentuk satu dapur, satu sppg orang bekerja yang tadinya tidak punya penghasilan.
Mereka bekerja, mereka bisa bantu suami.
Mereka bisa membantu anaknya. Saya ketemu pengusaha-pengusaha APIO, mereka lapor ke saya, "Pak, belum pernah, Pak.
Sudah lama sekali belum pernah. Bulan Januari konsumsi rumah tangga di Indonesia naik sangat tinggi.
Dan ini menurut mereka ini karena MBG.
Dan kita lihat tiap hari satu SPPG butuh sayur, butuh telur, butuh ayam, butuh daging dan sebagainya. ini menghidupkan petani-petani kecil. Mereka sekarang yakin punya penghasilan.
Dulu mereka panen tidak tahu siapa yang beli. Sekarang dijamin produksi mereka diserap. Bahkan saya dapat laporan sekarang saingan produksi sayur sekarang petani sayur enggak usah susah-susah. Kadang-kadang di ladangnya sudah dibeli, Saudara-saudara.
Kita sudah lihat sekarang awal dari kebangkitan kita, kita berada di jalan yang benar. Ya, ekonomi kita adalah ekonomi pendiri-pendiri bangsa kita. Ekonomi kita adalah ekonomi Undang-Undang Dasar 45. Kita berada di jalan yang benar dan kita akan mencapai keberhasilan dan kita akan bikin kejutan dan kita akan mengecewakan semua orang yang ingin Indonesia tetap miskin.
[tepuk tangan] Saya tidak pernah mau ajak saudara untuk benci orang asing tidak atau takut atau curiga. Kita harus belajar dari kekuatan asing. Tapi kita jangan jangan lugu, jangan naif.
Tidak ada bangsa lain yang senang atau yang suka kalau kita maju ya.
Saudara-saudara sekalian, inisiatif prestasi kepolisian membangun gudang.
Gudang bagian [berdehem] daripada ekosistem ketahanan pangan.
Dengan gudang kita bisa amankan kita punya hasil produksi.
Di saat yang kita butuh, cadangan ada di tempat yang aman. Jadi gudang strategis.
Sekali lagi terima kasih atas peran saudara-saudara.
TNI Polri terjun.
Memang ada yang kritik di media-media asing ini.
Presiden Prabowo menggunakan tentara dan polisi untuk meningkatkan produksi pangan.
Menurut mereka ini enggak sesuai dengan paham apa itu? Paham pasar bebas mereka itu ya.
Emangnya ada pasar bebas? Iya kan? Iya kan?
Dikritik ya memang ini tentara rakyat, ini polisi rakyat, Saudara-saudara.
Penderitaan rakyat adalah penderitaan tentara.
Penderitaan rakyat adalah penderitaan polisi. Karena tentara dan polisi awaknya, anggotanya adalah anak-anak rakyat.
Iya kan? Kalau orang kaya mana mau masuk tentara, mana mau jadi polisi. Benar enggak?
Suruh aja dia berdiri, enggak usah lama-lama. Berdiri 1 jam aja di panas matahari sana. Ya.
Hah. Apa itu karbon monoksida? Mungkin kalau polisi-polisi dicek paru-parunya udah hitam semua itu.
Benar enggak?
Sebenarnya gue kasihan juga sama lu ini polisi-polisi ini. Coba dicek.
Saya enggak berani nanya Menteri Kesehatan persentase polisi yang masalah paru-paru itu ya.
Tapi mereka tidak mengeluh.
Saudara-saudara saya tidak akan panjang lebar lagi. Ini ada keberhasilan ini. Keberhasilan sudahlah.
Terima kasih.
Kita sudah buktikan kepada bangsa, rakyat dan dunia. Kita sudah mencapai sasembada beras, sebentar lagi sasembada jagung, sebentar lagi yang lain-lain.
Kita benar-benar akan berdiri di atas kaki kita sendiri. Indonesia akan menjadi negara yang kuat, Saudara-saudara sekalian. Kuat.
[tepuk tangan] Tapi tidak boleh jadi negara yang sombong. Kita akan hormati semua negara.
Sekali lagi kita diganggu, kita tahu kita diganggu. Jangan kita kira kita enggak tahu. Benar enggak? Ya. Iya kan?
We are not stupid. Ini gue bicara sama mereka-mereka yang itu.
Please dear friends, Indonesia Indonesians are not stupid.
We know what's happening.
Ya, kita tahu kita tahu siapa yang biayai gerakan-gerakan menjelek-jelekin bangsa Indonesia.
Karena mereka takut kita kuat, mereka takut kita sejahtera.
Kita tidak mau mengganggu bangsa lain.
Kita hanya ingin rakyat kita hidup dengan baik. Hanya itu yang kita inginkan dan kita akan buktikan.
Ekonomi kita akan bangkit.
Mereka enggak tahu ini ada ahli-ahli ekonomi enggak jelas dari mana itu ya. selalu nurunkan Moril.
Saya mau tanya, kamu itu warga negara mana?
Kita kalau main bola, tim kita main, ayo ayo ayo kita supporter ya. Mereka enggak. Mereka selalu jelek-jelekin prestasi kita sendiri.
Konsumsi rumah tangga tertinggi. Enggak ada yang komentar baik.
Penerimaan pajak bulan ini konon kabarnya naik [mendengus] tertinggi selama berapa tahun.
Tapi kita tidak ada masalah. Kita bekerja dan kita buktikan kepada rakyat.
Saudara-saudara sekalian kita diambang kebangkitan.
BomN yang selama sekian tahun ya tidak pernah ee untung dalam 1 tahun pemerintahan kita.
Hasil BUMN naik empat kali lipat.
[tepuk tangan] dari 89 triliun tahun 2024 naik empat kali dan ini akan naik terus, Saudara-saudara, hanya dengan manajemen yang baik, hanya dengan kepemimpinan yang baik, hanya dengan semangat tidak mau mencuri dari rakyat dan bangsa Indonesia.
Dan saya ingatkan siapapun di lembaga manaun terutama yang mengelola keakahan rakyat, Saudara-saudara, jagalah kehormatan, jagalah kepentingan dan keselamatan rakyat Indonesia. Kalau kau meneruskan praktik-praktik yang merugikan bangsa dan rakyat, pemerintah akan menggunakan segala kekuatan yang ada pada pemerintah tanpa pandang bulu.
Sekali lagi selamat. Terima kasih pimpinan Polri.
Terima kasih atas prestasimu, pengabdianmu. Teruskan ini.
Semakin saudara dekat sama rakyat, semakin rakyat cinta sama saudara, semakin negara kita aman, tertib, dan kuat. Terima kasih. Wasalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Salam sejahtera bagi kita sekalian. Shalom.
Salve. Om santi santi santi om. Namo budhaya. Salam kebajikan. Terima kasih. Selamat bekerja. Selamat berjuang.
Merdeka. Merdeka. Terima kasih.
Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Selamat siang.
Salam sejahtera bagi kita sekalian. Shalom. Salve, Om. Swastiastu.
Namo buddhaya. Salam kebajikan.
Yang saya hormati Menteri Koordinator Perekonomian sebagai penyelenggara, Saudara Erlangga Hartarto beserta seluruh jajaran yang hadir.
Kepala Badan Pengelola Investasi dan Antara yang sekaligus adalah Menteri Investasi dan Hilirisasi dan juga Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal, Saudara Rozan Perkasa Roslani.
Kepala Badan Pengelola Badan Usaha Milik Negara, Saudara Doni Oskaria yang juga adalah CEO daripada Danantara.
Para menteri koordinator, para menteri, para kepala badan, para wakil menteri, dan seluruh anggota kabinet merah putih yang tidak saya sebut namanya satu persatu tanpa mengurangi rasa hormat saya.
Ketua Dewan Ekonomi Nasional Jenderal TNI Pagirawan Luhud Binsar Penjahitan.
Para duta besar negara sahabat yang hadir. Yang saya hormati.
Terima kasih atas kehadiran saudara-saudara para pimpinan ee bank milik negara.
Hadir Bank Mandiri, BNI, BRI, BTN, dan BSI dan juga bank swasta yang hadir.
Para pimpinan Asosiasi Dunia Usaha yang hadir di sini.
Di antaranya hadir Ketua Umum Kamar Dagang Indonesia, Saudara Anindia Novian Bakri.
Hadir juga Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia Apindo, Saudari Sinta Wijaya Kamdani dan juga Ketua Umum Himpunan Pengusaha Muda Indonesia, Saudara Akbar Himawan Bukhori.
Yang saya hormati juga para pimpinan perusahaan-perusahaan perbankan yang hadir, para pimpinan lembaga jasa keuangan, para pimpinan perusahaan BUMN dan swasta, para pimpinan lembaga ekonomi dan lembaga riset nasional, para pimpinan lembaga riset, para rektor, para ahli bidang ekonomi, saudara-saudara sekalian, hadirin yang saya hormati dan para rekan rekan kanpers dan media yang hadir tentunya sebagai insan yang bertakwa, marilah kita tidak henti-hentinya
memanjatkan puji syukur kehadirat Tuhan Maha Kuasa, Tuhan maha besar bagi umat Islam Allah Subhanahu wa taala yang memiliki sekalian alam atas segala karunia atas segala berkah kesehatan dan kedamaian yang masih diberikan kepada kita.
Kita bersyukur terus selagi kita juga selalu berdoa agar saudara-saudara kita yang mengalami kesulitan akibat berbagai musibah bencana di berbagai daerah senantiasa diberi kekuatan dan senantiasa diberi kebaikan oleh yang maha kuasa.
Segera dipulihkan kehidupannya menjadi normal kembali.
Saudara-saudara sekalian, adalah suatu kehormatan dan kebanggaan bagi saya untuk bisa hadir dalam acara ini.
Saya menyambut baik inisiatif Menteri Koordinator Perekonomian dengan semua timnya dan menteri-menteri lain yang terkait yang telah bekerja keras dalam tahun pertama pemerintahan kita.
Baru 1 tahun lebih kita bekerja, tapi kita merasakan sebenarnya banyak sekali yang sudah kita capai, Saudara-saudara sekalian.
Dalam sebuah perjalanan panjang yang bisa kita katakan perjalanan pembangunan suatu bangsa dibutuhkan stamina ketahanan, dibutuhkan kesabaran, dibutuhkan keteguhan hati, dibutuhkan semangat tidak menyerah dan juga dibutuhkan keberanian.
Saudara-saudara sekalian, dibutuhkan keberanian untuk mencari akar masalah.
Dibutuhkan keberanian untuk melihat kenyataan real, bukan bukan keadaan yang kita harapkan.
Tapi keadaan yang nyata.
Setelah kita mengerti keadaan yang nyata, dibutuhkan lagi keberanian untuk mengakui kesulitan-kesulitan kita, mengakui kelemahan-kelemahan kita dalam pembangunan suatu bangsa.
Kita ibaratkan sebuah perjalanan jauh, sebuah long march.
Dan kita tahu bahwa perjalanan jauh selalu dimulai dengan satu langkah.
Kita bersyukur bahwa kita sudah melakukan banyak langkah.
Kita bersyukur semua pendiri bangsa telah meletakkan dasar yang luar biasa bagi kita.
Kita bersyukur pendiri-pendiri bangsa kita, pejuang-pejuang bangsa kita mewariskan kepada kita satu nusa, satu bahasa, satu kebangsaan. Kita bersyukur bahwa kita majemuk.
Kita terdiri dari berbagai ratusan kelompok etnis. Kita terdiri dari ras-ras yang berbeda.
Kita terdiri dari penduduk yang punya agama-agama besar yang berbeda.
Tapi kita bisa bersatu. kita bisa bersatu dalam usaha bersama mencari kehidupan yang lebih baik. Saya ingatkan bahwa tugas kita bernegara adalah mencari kehidupan yang lebih baik untuk rakyat kita.
Tugas dan tanggung jawab setiap pemerintah di setiap negara di seluruh dunia adalah untuk bekerja berjuang untuk memberi kehidupan yang layak bagi rakyatnya.
Saudara-saudara sekalian, saya mengajak kita untuk realistis.
Kita selalu mengatakan kita ingin jadi negara yang maju. Benar, kita ingin menjadi negara maju. Tapi jangan kita berpretensi kita mau mencapai tingkatan yang sama dengan negara-negara yang sudah ratusan tahun sebelum kita mencapai tingkat teknologi dan industri yang sangat maju.
Kita punya cita-cita tinggi, tapi kita punya sikap yang realistis. Yang penting bagi kita adalah kita harus menjaga dan mengelola seluruh kekayaan negara, seluruh sumber daya alam kita dan kita kelola, kita jaga, dan kita pergunakan sebesar-besarnya untuk kepentingan seluruh rakyat. Rat Indonesia itu kita [tepuk tangan] dan itu yang saya sebagai kepala pemerintah, sebagai kepala negara, saya bertekad untuk melaksanakan.
Kita harus berani saya katakan tadi mengakui kesulitan-kesulitan kita dan kelemahan-kelemahan kita.
Kita bersyukur dengan apa yang kita telah capai dan untuk itu saya ucapkan terima kasih kepada tim saya, kepada para menteri saya, kepada kepala badan, semua tim saya.
Ee saya merasa bangga dengan prestasi saudara-saudara, dengan kerja keras saudara-saudara.
Saya yang tahu saudara, saya yang lihat saudara dari hari ke hari.
Semua pencapaian kita yang kita harus bangga adalah hasil kerja keras seluruh tim yang saya pimpin. Jadi, Saudara-saudara di hadapan seluruh rakyat Indonesia saya katakan memang tim saya adalah menurut pendapat saya, menurut keyakinan saya karena saya pengguna, saya melihat langsung dari dekat mereka sungguh-sungguh adalah putra-putri terbaik bangsa Indonesia. Terima kasih.
Terima kasih pekerjaanmu dan saya percaya kita akan mencapai prestasi yang lebih baik lagi. Saudara-saudara sekalian, para pakar silakan menilai.
Saya percaya bahwa kita akan membuat kejutan demi kejutan.
Kita akan buktikan ke seluruh dunia bahwa bangsa Indonesia sekarang, bangsa Indonesia hari ini adalah bangsa Indonesia yang percaya diri, bangsa Indonesia yang paham, bangsa Indonesia yang bertekad untuk berdiri di atas kaki kita sendiri. Dan kita tidak mau dan tidak akan lagi selalu didikte oleh bangsa lain atau dipermainkan oleh siapapun lagi.
Saudara-saudara sekalian, kita harus berani mengakui kelemahan-kelemahan kita.
Tapi saudara-saudara, setelah kita bekerja 1 tahun, mulai berapa hari ini, berapa minggu ini, saya dapat laporan dari kepala-kepala daerah, beberapa gubernur, beberapa bupati.
Sekarang mereka baru melihat hasil real, dampak real dari berbagai kebijakan kita.
Mereka mengatakan di tingkat mereka bahwa konsumsi rumah tangga meningkat. Tadi dibenarkan saya berapa hari yang lalu ketemu pemimpin-pemimpin industri dan perdagangan.
Rombongan Apindo datang ke saya dipimpin oleh ketua umumnya.
datang ke saya 23 orang mereka laporan ke saya bulan Januari ini konsumsi rumah tangga meningkat dan mereka katakan yang mengatakan mereka pelaku bisnis mereka mengatakan bahwa mereka merasakan bahwa MBG makan bergizi gratis telah mendorong peningkat konsumsi rumah tangga ini dan mendorong pertumbuhan di desa-desa, di kecamatan-kecamatan, di lapisan yang paling bawah dari ekonomi kita. Dan di sinilah, dari sinilah, dari lapisan paling bawah
Indonesia akan bangkit menjadi ekonomi yang dinamis.
Kalau saya percaya bahwa ekonomi kita akan sangat baik, tahun ini kita selalu menghadapi mereka-mereka yang selalu memandang rendah bangsa kita itu tidak menjadi apa-apa. Itu bagi kita adalah cambuk untuk kita bekerja lebih baik lagi. Kita bekerja untuk rakyat kita. Kita bukan bekerja untuk menyenangkan orang lain. Kita bekerja untuk rakyat kita. Itu yang saya tekankan, Saudara-saudara sekalian.
Saudara-saudara sekalian, para kepala daerah melaporkan di daerah-daerah mereka sudah melihat kemiskinan menurun. Mereka sudah merasakan pengangguran terbuka menurun.
Mereka juga melihat tren bahwa jumlah orang bekerja meningkat.
Mereka juga menghitung rasio gini dalam tren menurun.
Saudara-saudara sekalian, dari makan bergizi gratis program kita saja hari ini kita telah mencapai 60 juta 200.000 Ibu penerima manfaat, anak-anak Indonesia, ibu-ibu hamil, dan orang tua lansia yang hidup sendiri dan tidak ada yang membantu.
60.A200.000 tiap hari kita beri makan.
Kalau dihitung berarti kita memberi makan penduduk sebesar Afrika Selatan. Tiap hari untuk ibu-ibu hamil kita memberi diantar ke rumah untuk orang tua lansia diantar ke rumah. Saya kira di dunia ini adalah suatu prestasi yang membanggakan.
dari segi management, dari segi logistics, dari segi pengendalian.
Saya kira ini sesuatu yang mungkin harus dicatat sebagai prestasi yang membangun kita, Saudara-saudara.
Dari 60 juta 200.000 ribu tersebut kalau dijumlahkan selama ini kita sudah memproduksi dan mendistribusi 4,5 miliar porsi makanan 4,5 miliar dan kita mengakui terdapat 28.000 Ibu ee katakanlah penerimaan manfaat yang mengalami gangguan dari makanan itu dengan berbagai sebab.
28.000 ini sebagian besar tidak perlu dirawat, hanya sebagian kecil dan 28.000 ini dibandingkan dengan 4,5 miliar.
statistiknya adalah kalau tidak salah 0 kom 00 6.
Saya ulangi karena mungkin matematik saya kurang ya. 0,00 lagi 40. Luar biasa.
0,00 6.
Berarti ini adalah 99 ya, kom 999 94.
Mereka yang pintar-pintar. Makanya saya presiden kau menteri saya gitu.
[tepuk tangan] yang pintar mereka. Jadi kalau enggak pintar enggak duduk di situ mereka.
Berarti kalau in reality ini harus dikatakan suatu usaha yang berhasil.
Iya kan? Kita ingin zero error itu harus kita capai. Tadi pagi saya baru resmikan ee SPPG polisi.
Nanti yang nanti begitu selesai jumlahnya akan lebih dari 1100.
Saya lihat dan saya kagum dengan kualitasnya dan saya percaya saya dapat laporan dari Kepala BGN di tempat-tempat lain juga sudah sudah seperti itu ya.
alat-alat yang kita produksi dari dalam negeri juga sudah cukup canggih untuk ee menjamin kebersihan air, menjamin ee kebersihan ee food dan selanjutnya juga mengatur limbah daripada MBG ini.
Jadi, Saudara-saudara, MBG ini hari ini sudah mencapai ee 23.000 lebih dapur. 23.000 lebih dapur SPPG.
Pada puncaknya ini akan sampai 82 juta lebih penerimaan manfaat.
pada ujungnya akan mencapai lebih dari 30.000 dapur dan tiap dapur mempekerjakan 50 orang.
Dari MBG saja sekarang sudah lebih dari 1 juta orang bekerja.
Di ujungnya akan 1,5 juta orang bekerja tiap hari.
Tapi tiap dapur akan menimbulkan dan sudah menimbulkan 5 sampai 10 pemasok supplier.
Masing-masing pemasok punya 3 4 L petani yang bekerja.
Ekonomi di desa hidup.
petani sayur, petani ikan, peternak ayam, peternak kambing, peternak susu.
Semua yakin bahwa hasilnya langsung dibeli dan tidak jauh karena di tiap kampung mereka bisa punya pasar tetap, pasar terjamin.
ini menimbulkan ekonomi dari bawah.
Para kepala daerah melaporkan bahwa mereka merasakan dinamisme dari bawah. Saudara-saudara, ini hanya salah satu bukti awal dari 1 tahun kita bekerja.
Dan ini akan terus kita buktikan dengan hasil nyata, Saudara-saudara.
Kita juga sudah mulai membangun desa-desa nelayan.
Desa Nelayan tahun 2026 ini akan mencapai 1000 desa nelayan.
Tiap desa nelayan terdiri dari sekian ratus, ada yang 300, 500, ada yang sampai 2.000 nelayan yang selama Republik Indonesia berdiri belum pernah disentuh oleh pemerintah Republik Indonesia.
Nelayan-nelaian kita belum pernah dapat perhatian.
Mereka kadang-kadang belum tidak bisa punya es. Tidak ada pabrik es di desa mereka.
Mereka sulit dapat solar.
Mereka sulit untuk dapat akses [mendengus] ke pasar ini. Kita rubah kita totalnya dalam 4 tahun mendatang kita akan membangun 5.000 desa nelayan.
Tiap desa nelayan kita akan bangun public, kita akan bikin cold storage, kita akan bikin dermaga, kita akan bagikan kapal-kapal, kita akan siapkan kendaraan, Saudara-saudara. Dan ini semua bukan handout, bukan kita bagi-bagi ini. Kita organisir dalam koperasi semua pengeluaran mereka akan bayar kembali ke bank-bank dan ke pemerintah.
Saudara-saudara, ekonomi yang kita jalankan bukan ekonomi handout.
MB ee yang kita akan bangun ini semua sudah ada dalam anggaran kita sudah bertahun-tahun.
Jadi, Saudara-saudara, nanti desa-desa itu kita beri kebebasan.
Kalau dia mampu, kita akan permudah akses kepada ekspor. Dia bisa ekspor langsung.
Kita akan buka ee pelabuhan-pelabuhan, lapangan-lapangan terbang boleh ekspor langsung. Saudara-saudara, kita akan permudah regulasi supaya mereka bisa menumbuhkan kegiatan ekonomi yang mendasar dan mereka akan menghasilkan protein dalam kondisi yang tidak terlalu mahal untuk seluruh rakyat Indonesia.
Demikian juga, Saudara-saudara. ini sudah ee hampir 100 sudah jadi [berdehem] ee di berbagai titik dan ee target kita 2026 ini akan sampai 1.000 dan selanjutnya ee total sampai 202 target kita adalah 5.000 desa nelayan yang nanti mereka akan kembalikan investasi itu. Tapi kita kasih kelonggaran mengembalikannya supaya tidak terlalu berat. untuk mereka. Kita beri kelonggaran pengembaliannya bisa di atas 10 tahun, 11 sampai 12 tahun yang tidak ada
masalah karena para pengusaha-pengusaha besar juga kadang-kadang minta kredit juga belasan tahun.
Itu pun itu pun sering minta restrukturisasi.
Iya kan? Saya ini sudah lama jadi orang Indonesia dan saya pernah jadi pengusaha juga. Ya, saya pun pernah minta restruktur restrukturisasi.
Alas ee dengan kata lain lebih sederhana minta belas kasihan perpanjangan untuk kembali. Benar atau tidak?
Eh mana menteri-menteri pengusaha? E saudara-saudara kalau pengusaha besar boleh dikasih apa itu haircut.
Apalagi haircut lagi bagi enaknya sendiri. Herkut. Herkut.
Masa nelayan-nelaian kita enggak kita berdayakan? Belum pernah mereka dapat kesempatan ini. Banyak yang nangis di pulau-pulau terpencil.
Sekarang kita hadir, kita memberi harapan ke depan. Sama juga dengan Koperasi Merah Putih yang akan kita bangun dan sudah mulai sebentar lagi. Kemungkinan saya dapat laporan mungkin dalam 1 du bulan ini sudah akan beroperasi beberapa ratus koperasi.
Yang koperasinya sudah hampir berdiri adalah 30.000 koperasi.
30.000 gudang.
Tiap koperasi punya gudang, punya cold storage, punya gergy.
Di situ akan ada farmasi, desa murah, obat generik akan sampai. Akan ada klinik desa, akan ada geray untuk super micro financing untuk membantu menghilangkan peran daripada rentenir.
Kita akan beri bunga yang sangat sangat mudah, sangat ringan untuk mereka-mereka.
semua barang subsidi akan punya akses, rakyat akan punya akses langsung sehingga tidak ada penyelewengan, tidak ada kebocoran.
Dan ini semua anggarannya dari mana anggarannya sudah ada karena 10 tahun kita sudah beri dana desa kepada desa-desa kita. 10 tahun sudah kita berikan.
Dan sekarang kita akan mengarahkan selama ini 10 tahun kita harus akui banyak dana tersebut tidak sampai ke rakyat.
Ini dibuktikan dengan banyak sekali kepala desa yang terpaksa berhadapan dengan hukum karena tidak dapat pertanggungjawabkan dengan baik penggunaan dana tersebut.
Saudara-saudara sekalian, dari ini semua, Saudara-saudara, kita akan buktikan bahwa pertumbuhan ekonomi kita real, nyata, dan akan di atas sasaran yang kita tetapkan.
Saudara-saudara sekalian, kita juga buktikan bahwa kita sekarang sudah suasembada beras. Kita menuju suasembada pangan.
Saudara-saudara, produksi beras kita tahun 2025 adalah 34,7 juta ton, naik 13% dari 2024.
Sekarang cadangan beras di Bulok bulan Juli ee bulan Juli 2025 adalah 4,2 juta ton adalah tertinggi sepanjang sejarah bangsa kita. Dan sampai sekarang pun cadangan yang sudah ada masih sangat tinggi.
Saudara-saudara sekalian, dalam kebijakan fiskal saya sudah buktikan bahwa kita bisa melaksanakan efisiensi penghematan yang sangat besar.
Di tahun pertama pemerintahan kita, kita telah menghemat ee uang dari anggaran kita sendiri sangat besar.
300 triliun lebih penghematan kita.
Di akhir tahun 2025 pun kita lakukan dan kita melihat hasil dari penghematan tersebut.
Uang inilah uang penghematan inilah yang kita pakai untuk program MBG dan sebagainya.
Uang yang pasti akan habis untuk hal-hal yang tidak produktif. Kita alihkan ke hal-hal yang produktif.
kita mengeluarkan semua yang bersifat tidak produktif, perjalanan luar negeri, seremoni-seremoni yang tidak perlu, rapat seminar, FGD dan sebagainya sebagainya.
kajian-kajian, analisa-analisa sudah tidak perlu terlalu banyak kajian dan analisa, kita sudah tahu masalahnya.
Kekurangan infrastruktur lakukan. Desa perlu jembatan, buat.
Rakyat lapar cari pangan. Enggak usah terlalu banyak analisa ya. Ini kita sudah hemat sangat luar biasa.
di tahun pertama R8T triliun kita sudah hemat. Ini berapa miliar dolar ini? 308T berapa?
18 miliar dolar. 18 miliar dolar dan kita bisa lakukan lebih besar lagi ya. Kebocoran harus kita tutup, harus kita kurangi, Saudara-saudara sekalian.
Saya masih melihat ee kebocoran-kebocoran besar, tapi saya terima kasih dan antara dalam 1 tahun Anda bekerja mungkin kurang dari 1 tahun kita bentuk saudara baru Februari 2000 25 Februari ya 3 4 5 bulan pendirian kan belum 1 tahun.
Tapi saudara sudah saya dapat laporan sementara ya hasil daripada ee efisiensi saudara, reformasi saudara sudah melahirkan ee hasil empat kali lipat daripada tahun 2024. Ini luar biasa. Tapi harus terus dikejar.
Saya menuntut return on asset ya 7% lah.
Kenapa senyum?
Kepala Danantara bisa siap kok. Siapnya kurang tegas G ya.
Siap gitu loh. Siap.
Ahah. Itu dalam rahasia. Tidak usah khawatir ya.
Saya ingat selalu apa yang dikatakan Bung Karno.
Gantungkanlah cita-citamu setinggi langit.
Kalau kau tidak sampai, minimal kau jatuh di antara bintang-bintang. Kan begitu. [tepuk tangan] Siap dulu. Ya kan.
Kami dulu di pasukan khusus tentara moto kami dulu siapa berani menang.
Berani dulu ya kan patok 7%.
Kau akan kaget ya kan? Kalau kau patok 5% Pak, nanti 3%.
Kau patok 7% 8 saya patok 8%.
Sekarang saya tingkatkan harus bisa lebih dari 8%.
Menteri-menteri bisa siap siap gitu loh.
Percaya sama saya. Kalian sendiri akan kaget ya. Kalian sendiri akan kaget. Benar enggak?
Angka-angka saya banyak, tapi saya enggak mau bicara terlalu panjang karena inti yang saya sampaikan sudah saya sampaikan, Saudara-saudara. Eveniasi dan tidak ada masalah banyak kawan-kawan di luar negeri, kita tidak perlu malu kalau kita punya kekurangan. Korupsi masih terlalu banyak.
kita harus habiskan korupsi dari bumi Indonesia.
ya segala kebocoran, segala penyelewengan, segala manipulasi ya semua semua tingkatan saya kumpulkan pengusaha-pengusaha yang sebagian besar adalah kawan saya sendiri. Saya sampaikan sudahlah kalian sudah besar, sudah kaya ya patuhi peraturan kalian. Pintar-pintar.
Tapi di Indonesia ini orang pintar itu pintarnya pintar mencari peluang mengatasi peraturan. Benar. Benar.
ini dari [berdehem] sekolah kita belajar ya kan ini hilangkan budaya itu ya tapi masalahnya pemerintah birokrasi juga harus benar kadang-kadang birokrasi yang tidak benar iya kan ada yang sampaikan kepada saya bahwa Winston Churchill pernah mengatakan, "I am more afraid of my bs than afraid of Adolf Hitler." Katanya, but kita enggak tahu apa benar atau tidak dia mengatakan begitu. Tapi kira-kira semangatnya seperti itulah. Ya. Ya, saya juga begitu.
Mungkin diroban deh aku yang ngomong ya.
I'm more afraid of my own bureaucrats than I'm afraid of siapalah kuntilanak atau apa gitu.
So, kita harus bersihkan ya. Kita harus ada the new Indonesia.
The new Indonesia harus tidak boleh. Tidak boleh ada korupsi.
Untung kita masih negara apa tuh? Kita masih kita negara demokrasi kan. Benar ya? Demokrasi apa? Agak demokrasi ya agak ya lumayanlah demokrasi kita kan.
Kalau enggak ada demokrasi gua enggak jadi presiden loh saudara. Iya kan? Benar enggak?
Jadi jangan ini loh ada apa tuh kelompok-kelompok yang selalu mengeluh Indonesia beginilah ya Prabowo otoriter lah. Benar enggak? Tapi kalau ditanya rakyat jangan-jangan perlu juga sedikit-sedikit otoriter.
Jangan-jangan untuk melawan koruptor-koruptor itu. Tapi kita demokratis jadi kita masih moderat ya.
Banyak negara lain enggak tahu dah hari ini ada, besoknya enggak ada. Iya kan? Jangan-jangan efektif yang itu.
Jangan-jangan. Waduh ini ada banyak wartawan ni.
Waduh ada lagi banyak duta besar ini.
Negara barat lagi. Waduh I am completely democratic.
Completely saudara-saudara.
Jadi kita bertekad ya, saya bertekad patuhi hukum tidak ada kompromi.
Kita harus tegakkan hukum dengan baik.
Tapi tidak boleh ada miscarage of justice. Tidak boleh hukum dipakai alat untuk mengerjain lawan politik.
Tidak boleh. Dan saya tidak mau dan saya sudah buktikan.
Ya, saya buktikan saya berani abolisi, saya berani amnesti kalau saya merasa ada sesuatu.
Jadi, pengadilan kita harus memberi keputusan yang adil.
Beyond a reasonable doubt.
Keputusan itu harus beyond a reasonable doubt. Harus tidak boleh ada keragu-raguan sedikit pun.
Kalau ada kemungkinan bahwa terdakwa itu mungkin tidak bersalah, kita tidak boleh memberi putusan yang final kepada mereka itu. Dan saya sebagai pemegang mandat dari rakyat, saya bertanggung jawab. Saya ingin ada rule of law di Indonesia.
Saya ingin ada kepastian hukum. Hanya dengan kepastian hukum kita bisa menjamin stabilitas dan ketenangan bagi rakyat kita. Rakyat kita harus merasa hidup dalam masyarakat di mana pemerintahnya bersih dan adil. Ini syarat dari keberhasilan suatu negara.
Saya pelajari sejarah, tidak ada negara berhasil tanpa pemerintah yang bersih dan adil. Dan saya bertekad dengan tim saya. Kita membangun pemerintah yang bersih dan adil. Dan birokrat-birokrat yang tidak mau menyesuaikan.
Kita akan mengadakan regenerasi.
Saya sudah siapkan institusi-institusi pendidikan.
Tahun ini kita akan mulai membangun 10 universitas baru.
Satu lembaga khusus untuk administrasi pemerintahan.
putra-putri Indonesia yang terbaik akan kita pilih, akan kita godok, kita siapkan untuk mengambil alih kepimpinan semua lembaga yang baik.
There is nobody that cannot be replaced.
Saya perintahkan kepada dan antara BPBUMN MenPAN RB semua Menteri KL beri wewenang penuh untuk mengganti semua pejabat-pejabat yang tidak perform dengan baik atau yang melanggar.
Saya terima kasih kepada semua penegak hukum yang telah bekerja keras. Saudara sekalian, Indonesia harus berani memperbaiki semua bidang, semua sektor, termasuk kebersihan setiap desa, kecamatan, kota, kabupaten, ibu kota provinsi, dan ibu kota negara.
Saya minta dalam waktu sesingkat-singkatnya kita akan buktikan. Saya minta kebersihan sampah.
Saya terima kasih beberapa lembaga pendidikan kita telah mengembangkan alat-alat recycling, alat-alat ee pemusnah sampah yang ramah lingkungan, tidak merusak, tidak melun bau, yang cukup dalam skala-skala kecil.
Kita berharap ada alat-alat itu di setiap kelurahan kita, di setiap kecamatan kita. Sehingga tidak perlu jauh-jauh ke TPA.
Sampah diselesaikan di tingkat yang terendah. Ini kita akan laksanakan tahun ini juga. Yang besar-besar ya kita terpaksa cari teknologi yang terbaik dan kita sudah mulai. Saudara-saudara sekalian, saya minta Indonesia asri, aman, sehat, risik, dan indah ini sudah mulai bekerja. Saya juga berharap kita akan lakukan gentengisasi seluruh desa, kecamatan, kabupaten, dan seluruh kota-kota besar Indonesia. Saya kira itu yang saya ingin sampaikan.
Saya percaya stabilitas politik di Indonesia bisa kita jaga dengan baik, tegas kita jaga keamanan untuk semua.
Kita hormati semua perjanjian yang dibangun oleh Indonesia sebagai pemerintah. Kita punya track record yang sangat besar.
Indonesia belum pernah defult dalam sejarah kita.
Kita selalu hormati semua perjanjian pemerintah-pemerintah pendahulu.
Kita terbuka untuk investasi dari manaun dan kita yakin bahwa kita akan bangkit dengan sangat meyakinkan.
Saya namakan, saya punya strategi adalah Indonesia Incorporated.
yang besar, yang kuat, yang menengah, yang kecil, yang kurang semua bekerja sama. Yang besar maju, tarik, yang kurang kuat, yang kuat tarik, yang lemah pemerintah yang bersih dan adil bantu yang paling lemah dan paling miskin. Kita bangkit bersama.
Indonesia insyaallah nanti bukan saja raksasa yang tertidur, tapi kita harus bangkit menjadi raksasa yang mampu berdiri dan membangun kehidupan yang lebih baik bagi rakyatnya. Terima kasih.
Wasalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Salam sejahtera bagi kita sekalian.
Shalom salve om santi santi om namo buddhaya. Salam kebajikan terima kasih.
Selamat melaksanakan ee sarasihan ini. Terima kasih.
[tepuk tangan] Kecepatan informasi dan [musik] akurasi data adalah komitmen kami. Satu langkah lebih dekat, satu langkah lebih terpercaya. Saksikan sapa Indonesia [musik] malam di Kompas TV Channel 11 di televisi Anda.

← 20 Okt 2025 · 20 Jan 2025 →