Daftar / 2026-02-08
Full Pidato Prabowo di Harlah NU
8 Feb 2026
Kaltim Today
33:15
media
transcript_panel
1 unggahan
Sumber
- Video kanonik
- T93RyOL7Kmg
- Transkrip dari
- engine/data/prabowo/raw/T93RyOL7Kmg.json
- Jumlah token
- 1.990
- Kata unik
- 651
- Durasi
- 33:15 (1.995 detik)
- Bahasa
- —
- Metode
- —
- Commit engine
- —
Semua unggahan pidato ini
Hanya satu yang dipakai untuk hitungan. Sisanya tetap dicatat.
| Video | Kanal | Diunggah | Token | Diambil via | Status | |
|---|---|---|---|---|---|---|
| kanonik | T93RyOL7Kmg
Full Pidato Prabowo di Harlah NU |
Kaltim Today | — | — | — | — |
Sinyal kebijakan: —
Sinyal total — · token eksak — · frasa penuh — · ambigu —
Topik yang terdeteksi
nasional dan identitas 103 kesehatan dan gizi 9 pangan 7 tata kelola 5 ekonomi 3 pendidikan 3 pertahanan dan keamanan 2
Sinyal leksikal, bukan klasifikasi.
Transkrip
Cap waktu di kiri bertaut ke detik yang tepat di YouTube.
Bismillahirrahmanirrahim.
Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Waalaikumsalam. warahmatullahi wabarakatuh.
Alhamdulillah Alhamdulillahiabbil alamin wasalatu wasalamu ala asrofilya wal mursalin wa ala alihi wasohbihi ajmain. Amma badu.
Bapak-bapak, Ibu-ibu, Saudara-saudara sekalian, peserta mujahadah kubra 100 tahun Nadatul Ulama.
Sebagai insan yang bertakwa, marilah kita tidak henti-hentinya memanjatkan puji syukur kehadirat Allah Subhanahu wa taala, Tuhan maha kuasa, Tuhan maha besar.
yang memiliki sekalian alam.
Hanya kepadanyaalah kita berdoa dan hanya kepadanyaalah kita meminta pertolongan.
Selawat dan salam kita haturkan kehadirat junjungan kita Nabi Besar Muhammad Rasulullah sallallahu alaihi wasallam. Amin.
Yang telah memberi kepada kita agama dan peradaban hingga akhir zaman.
Yang saya hormati dan saya muliakan Rais Am Pengurus Besar Nadatul Ulama K.
H. Miftahul Akhyar beserta seluruh Wakil Rais am PBNU, Ketua Majelis Ulama Indonesia sekaligus Wakil Rais AM PBNU K. H. Anwar Iskandar. Yang saya hormati dan saya muliakan Ketua Umum Pengurus Besar Nadatul Ulama, K. H. Yahya Kholil STAQ beserta seluruh pengurus PBNU.
Rois Suriah Pengurus Wilayah NU Jawa Timur K. H. Anwar Mansyur yang saya hormati Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Nadratul Ulama, Saudara Saifulah Yusuf juga dikenal sebagai Gus Ipul.
sekaligus Menteri Sosial Republik Indonesia.
Yang saya hormati Ketua Majelis Permusatan Rakyat Republik Indonesia, Saudara Ahmad Muzani.
Ketua PWNU Jawa Timur, K. H. Abdul Hakim Mahfud, Gubernur Jawa Timur sekaligus Ketua Umum Dewan Pembina Muslimat NU, saudari Hajah Kofifah Indar Purwa Parawansa.
[tepuk tangan] beserta seluruh warga Jawa Timur yang saya cintai, Ketua PP Muslimat NU sekaligus Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Saudari Arifatul Khairi Fauzi.
Para Menteri koordinator, para Menteri, Panglima TNI, Kapolri, Kepala Badan, serta Wakil Menteri dan seluruh anggota Kabinat Merah Putih yang turut hadir yang tidak saya sebut namanya satu persatu tanpa mengurangi rasa hormat saya.
perlu saya bacakan yang hadir semua. Hah?
[tertawa] Yang saya muliakan para ulama, para kiai, para ibu nyai, para santri dan santriwati, para pimpinan organisasi Islam, pengurus wilayah Natul Ulama, para pimpinan pondok pesantren, pimpinan badan dan lembaga NU. Yang saya hormati dan saya banggakan Bapak-bapak, Ibu-ibu, Adik-adik dan Anak-anakku serta seluruh tamu undangan yang diberkahi Tuhan Maha Besar yang telah hadir dalam acara mujahadah kubra satu abad Nadatul Ulama.
Saudara-saudara sekalian, pertama-tama saya ingin menyampaikan terima kasih saya atas kehormatan yang diberikan kepada saya untuk bisa hadir di tengah-tengah saudara-saudara di acara yang sangat istimewa, sangat mulia, mujahadah kubrah, satu abad Nadatul Ulama.
Terima kasih banyak atas sambutan yang luar biasa yang diberikan kepada saya.
Setiap kali saya berada di tengah-tengah Nadratul Ulama, saya selalu bahagia.
Saya selalu semangat karena saya merasakan kesejukan.
Saya merasakan getaran hati saudara-saudara dan saudari-saudari sekalian.
Saya merasakan semangat persatuan, semangat guyub, semangat ingin menegakkan kedamaian.
Saya merasakan harapan Saya merasakan harapan atas bangsa negara yang adil.
Apalagi tadi saya merasakan kuatnya tangan emak-emak dari NU ini.
Luar biasa kekuatan emak-emak ini.
Terima kasih undangan ini.
Setiap kali saya muncul di tengah-tengah Nadatul Ulama, di tengah-tengah santri-santriwati, di tengah-tengah kiai, apalagi ada kiai-kiai besar dan ulama-ulama besar di belakang saya, rasanya, rasanya saya terus jadi lebih berani untuk lebih berani untuk berbakti. mengabdi dan membela rakyat Indonesia seluruhnya.
Saudara-saudara, 100 tahun kiprah pengabdian NU telah membuktikan bahwa NU sungguh-sungguh adalah pilar daripada kebesaran bangsa Indonesia.
Setiap kali negara dalam keadaan bahaya, NU tampil untuk menyelamatkan.
[tepuk tangan] Saudara-saudara sekalian, proklamasi kemerdekaan negara kita.
Proklamasi kemerdekaan negara kita. Iya 17 Agustus 1945 memang di Jakarta proklamasinya di Jakarta. Tapi ujian kemerdekaan itu, kemerdekaan itu diuji di Jawa Timur, diuji [tepuk tangan] di Surabaya.
diuji dalam pertempuran di Surabaya dan sekitarnya.
Dan dalam pertempuran itu kita bangsa Indonesia telah berhasil mempertahankan kemerdekaan kita melawan negara-negara besar di dunia.
Kita telah berhasil menghadapi Inggris pemenang Perang Dunia Kedua. Rakyat Jawa Timur, rakyat Surabaya dipimpin oleh para kiai, para ulama.
Kita telah buktikan bahwa bangsa Indonesia ini adalah bangsa yang tidak mau tunduk lagi kepada siapapun yang ingin menjajah bangsa kita.
[tepuk tangan] Saudara-saudara sekalian, NU selalu memberi contoh.
NU selalu berusaha untuk menjaga persatuan dan memang itulah pelajaran sejarah.
Tidak ada bangsa yang kuat, tidak ada bangsa yang bisa maju kalau pemimpin-pemimpinnya tidak rukun.
Karena itu saya selalu mengajak semua unsur selalu mari kita bersatu.
Boleh kita bertanding, boleh kita bersaing, boleh kita berbeda, boleh kita berdebat, tapi di ujungnya semua pemimpin Indonesia, semua pemimpin masyarakat harus rukun, harus menjaga persatuan dan kesatuan.
Saudara-saudara sekalian, Bapak-bapak, Ibu-ibu, Adik-adikku dan anak-anakku yang aku cintai.
Sejarah, sejarah manusia mengajarkan kepada kita, tidak mungkin ada kemakmuran tanpa perdamaian.
Tidak mungkin ada perdamaian kalau pemimpin-pemimpinnya tidak bersatu, tidak rukun, tidak kompak.
[tepuk tangan] Para pemimpin di setiap esolon, pemimpin politik, pemimpin ekonomi, pemimpin intelektual, semuanya harus berpikir, berpikir, berpikir, berjuang, mengabdi untuk kepentingan rakyat Indonesia semuanya.
[tepuk tangan] Tidak boleh pemimpin punya dendam. Tidak boleh pemimpin punya rasa benci.
Tidak boleh pemimpin punya rasa dengki.
Tidak boleh pemimpin selalu mencari-cari kesalahan pihak lain.
Guru-guru kita, kiai-kiai kita, leluhur kita mengajarkan selalu Miku Dwur mendem jero.
Tidak boleh ada rasa benci, tidak boleh ada rasa dendam.
Berbeda tidak masalah.
Sesudah berbeda, cari persatuan. Cari kesamaan musyawarah untuk mufakat.
Itu kepribadian bangsa Indonesia.
Maaf agak terlalu semangat saya ini.
Kalau di depan rakyat Jawa Timur apalagi rakyat NU harus semangat. Semangat.
Betul. Betul.
Bapak-bapak, Ibu-ibu, Adik-adik, anak-anak sudah berjam-jam di sini.
Luar biasa.
Karena itu sambutan saya saya persingkat saja ya.
Kok enggak boleh? Enggak kepanasan ini.
Kalau gitu saya saya mohon izin minum kopi ya. Boleh.
[tepuk tangan] Saudara-saudara sekalian, Saudara-saudara sekalian, saya hadir di sini saya ingin menyampaikan intinya adalah terima kasih Nadatul Ulama, terima kasih para kiai, para ulama, terima kasih seluruh najin.
semuanya keluarga besar Natul Ulama terima kasih atas peran NU menjaga kedamaian dan stabilitas di Republik Indonesia.
Bapak-bapak, Ibu-ibu sekalian, saya telah menjabat Presiden Republik Indonesia dari 20 Oktober 2024.
Saya disumpah di hadapan rakyat semuanya disumpah untuk menjalankan Undang-Undang Dasar 1945.
Dalam Undang-Undang Dasar tersebut dikatakan tugas nasional yang pertama, tujuan nasional pertama adalah melindungi segenap tumpah darah bangsa Indonesia. melindungi.
Saya terima tugas tersebut.
Saya terima mandat tersebut dan saya mengartikan bahwa melindungi segenap tumpa darah artinya melindungi rakyat Indonesia dari semua ancaman dari ancaman fisik.
dari ancaman kemiskinan, dari ancaman kelaparan, dari ancaman pelayanan-pelayanan kesehatan, dari ancaman ketidaktersanya pendidikan yang terbaik untuk rakyat Indonesia. Itu tugas utama saya.
Saya juga menerima tugas tersebut yang saya artikan saya juga harus menjaga melindungi segala kekayaan milik rakyat Indonesia.
[tepuk tangan] Dan saya telah bersumpah di hadapan yang maha kuasa bahwa saya akan setia kepada bangsa dan rakyat Indonesia selama masih ada nafas dikandung badan saya.
Hanya dengan pengelolaan kekayaan bangsa baru kita bisa sungguh-sungguh sejahtera. Bapak-bapak, Ibu-ibu sekalian yang saya hormati.
Setelah saya menjabat sebagai presiden, saya pelajari, saya pelajari semua data, saya pelajari semua fakta.
Saya pelajari semua keadaan ternyata bangsa kita diberi karunia oleh yang maha kuasa kekayaan yang luar luar luar biasa.
[tepuk tangan] Tapi di mana-mana saya sampaikan masalahnya adalah apakah apakah elit bangsa Indonesia pandai menjaga kekayaan tersebut?
Ternyata saya menemukan bahwa terlalu banyak kekayaan kita yang tidak berhasil kita jaga.
Terlalu banyak kekayaan negara yang dicuri.
Terlalu banyak kekayaan Indonesia yang hilang dari tanah kita.
Terlalu banyak kekayaan kita yang dibawa lari ke luar negeri.
Kita jangan takut, jangan ragu-ragu untuk mengatakan yang benar itu benar dan yang salah itu salah.
Kita tidak boleh ragu-ragu dan saya dan pemerintah yang tidak akan ragu-ragu untuk melawan segala bentuk korupsi, segala bentuk penipuan, segala bentuk manipulasi, segala bentuk penggarongan atas kekayaan rakyat Indonesia. Saya tidak akan ragu-ragu dan saya tidak akan mundur setapak pun.
Saya merasakan tadi harapan saudara-saudara sekalian saya merasakan dari sorotan mata ibu-ibu tadi saya merasakan harapan yang ada di hati ibu-ibu.
Harapan yang ada di setiap orang tua, harapan bahwa Indonesia yang merdeka harus Indonesia yang adil, harus Indonesia yang makmur.
Kita harus bersatu, kita harus bertekad untuk menghilangkan kemiskinan dari bumi Indonesia.
Dan apabila kita berani, apabila kita pandai, apabila kita bertekad, insyaallah kekayaan kita cukup untuk seluruh rakyat Indonesia hidup dalam keadaan sejahtera.
Saya sudah buktikan, pemerintah sudah buktikan.
Begitu kita ambil alih pemerintahan, kita bisa menjamin pupuk sampai ke semua petani dengan adil dan dengan cukup dan dengan harga yang kita turunkan, Saudara-saudara sekalian.
Alhamdulillah pertama kali dalam sejarah republik kita, cadangan beras kita di gudang-gudang kita yang tertinggi selama sejarah Republik Indonesia.
Sejak 31 Desember 2025, Indonesia sekarang suaada beras dan insyaallah sebentar lagi suaada jagung dan insyaallah dalam 3 tahun lagi kita akan suaada pangan semuanya.
Ibu-ibu sekalian, kita bertekad menurunkan harga pangan untuk seluruh rakyat Indonesia.
Saudara-saudara sekalian, kita sudah sampai hari ini memberi makan kepada 60 juta lebih penerima manfaat di seluruh Indonesia.
Dalam waktu kurang dari 1 seteng tahun kita sudah bisa memberi makan kepada 60 juta anak-anak, ibu-ibu, dan orang-orang tua.
Dan insyaallah sebelum akhir tahun 2026 ini kita akan kita akan sampai 82,3 juta yang berhak.
Saudara-saudara sekalian, kita juga bertekad meningkatkan lapangan pekerjaan.
untuk bangsa Indonesia.
Kita juga akan memimpin industrialisasi bangsa Indonesia. Dalam 2 3 tahun ini kita akan membangkitkan seluruh industri kita. Kita sungguh-sungguh ingin menjadi negara maju di mana seluruh rakyat Indonesia menikmati kemajuan dan kehidupan yang layak.
Kita akan bangun jutaan rumah murah untuk seluruh rakyat kita yang membutuhkannya.
Saudara-saudara, demikian yang ingin saya laporkan. Masih terlalu banyak yang bisa saya laporkan. Tapi intinya adalah juga saya mau melaporkan di sini di hadapan para ulama, di hadapan keluarga besar NU bahwa Indonesia pertama kali kita mendapat kehormatan, mendapat hak untuk kita bisa memiliki lahan di kota suci di Makkah.
Kita akan membangun kampung haji di Makkah untuk jemaah haji dan mereka yang melaksanakan umrah.
Nanti dijamin semua jemaah akan mendapat hunian yang layak, tempat yang baik. Amin.
Tidak usah ragu-ragu lagi, tidak boleh ada macam-macam lagi. Amin.
Pelayanannya akan terbaik dan saya bertekad menurunkan biaya haji untuk rakyat Indonesia.
Ini adalah pertama kali dalam sejarah bahwa pemerintah kerajaan Saudi mengizinkan bangsa lain memiliki tanah di kota suci Mekah. Saudara-saudara sekalian, mereka merubah undang-undang mereka khusus untuk memberi penghormatan kepada bangsa Indonesia.
Akibat kita, banyak negara lain sekarang menyusul, insyaallah Kampung Haji Indonesia adalah yang pertama kali akan kita dirikan.
Kita berharap dalam 3 tahun kita sudah punya kampung haji yang bagus.
Amin.
Baru nanti berapa bulan lagi saya kira kita sudah akan punya kurang lebih ee 1000 ee kamar, tapi terus akan kita bangun.
Bapak-bapak, Ibu-ibu sekalian.
Saya mengucapkan selamat untuk seluruh umat Islam yang akan sebentar lagi menjalankan bulan suci Ramadan.
Insyaallah bulan suci ini kita akan lewati dalam keadaan yang tenang, yang sejuk. Amin.
Dan dengan keadaan kecukupan bagi semua keluarga. Amin.
Percayalah pemerintah yang saya pimpin akan selalu mengutamakan kepentingan rakyat Indonesia.
Kepentingan rakyat adalah di atas segala kepentingan. Bapak.
Saya kira itu yang ingin saya sampaikan.
Bapak-bapak, Ibu-ibu sekalian. Marilah kita selalu bersatu dalam doa dan ikhtiar agar bangsa Indonesia senantiasa berada dalam lindungan Allah Subhanahu wa taala.
Amin.
Agar bangsa Indonesia dijauhkan dari perpecahan, dari bencana.
dari semua usaha untuk menimbulkan kegalauan ataupun kerisuan di kalangan masyarakat.
Kita juga bersatu dalam doa dan ikhtiar agar bulan Ramadan yang akan datang ini membawa ketenangan, kesejukan, kedamaian dan persatuan. Amin.
Akhir kata, selamat satu abad Nadatul Ulama.
[tepuk tangan] Semoga Nadatul Ulama semakin besar kiprahnya dalam mencerdaskan dalam mencerdaskan, mensejahterakan, menyatukan, dan menjaga kedamaian dalam kehidupan bangsa Indonesia. Amin.
Nahdatul Ulama semoga terus memberi contoh dalam menjaga toleransi antara semua umat beragama. Saya terharu mendengar tadi ketua panitia menyampaikan betapa di Jawa Timur ini, di Kota Malang ini, gereja-gereja juga membantu mensukseskan acara ini. Luar biasa. Ajaran tokoh-tokoh NU dari dulu termasuk Gus Dur selalu mengajarkan kepada kita NU akan selalu menjaga kedamaian di bangsa Indonesia dan akan menjaga semua umat, semua agama tanpa pandang bulu.
Saudara-saudara, kita mungkin berbeda, tapi kita harus hidup dalam kerukunan.
Itulah yang ingin saya sampaikan. Sekali lagi terima kasih Nadatul Ulama yang selalu setia menjaga martabat dan kebesaran bangsa Indonesia.
Wasalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. Semoga Allah Subhanahu wa taala senantiasa melindungi kita sekalian.
Amin.
Dan menyertai Bapak-bapak, Ibu-ibu selalu dalam masa-masa yang akan datang.
Terima kasih atas perhatian semuanya kepada diri saya. Terima kasih atas sambutan untuk saya dan rombongan saya.
Dan untuk ini saya mohon diri, saya pamit dan saya minta maaf kalau ada kata-kata saya yang kurang berkenan di tengah Bapak-bapak dan Ibu-ibu sekalian. Terima kasih sekalian.