Daftar / 2025-10-29
[FULL] Pidato Presiden Prabowo di Acara Pemusnahan 214 Ton Narkoba, Apresiasi Pencapaian Polri
29 Okt 2025
Liputan6
35:45
media
transcript_panel
1 unggahan
Sumber
- Video kanonik
- BgySolUZeqQ
- Transkrip dari
- engine/data/prabowo/raw/BgySolUZeqQ.json
- Jumlah token
- 2.445
- Kata unik
- 825
- Durasi
- 35:45 (2.145 detik)
- Bahasa
- —
- Metode
- —
- Commit engine
- —
Semua unggahan pidato ini
Hanya satu yang dipakai untuk hitungan. Sisanya tetap dicatat.
| Video | Kanal | Diunggah | Token | Diambil via | Status | |
|---|---|---|---|---|---|---|
| kanonik | BgySolUZeqQ
[FULL] Pidato Presiden Prabowo di Acara Pemusnahan 214 Ton Narkoba, Apresiasi Pe |
Liputan6 | — | — | — | — |
Sinyal kebijakan: —
Sinyal total — · token eksak — · frasa penuh — · ambigu —
Topik yang terdeteksi
nasional dan identitas 84 pendidikan 20 pertahanan dan keamanan 14 tata kelola 11 kesehatan dan gizi 10 pangan 3 ekonomi 1
Sinyal leksikal, bukan klasifikasi.
Transkrip
Cap waktu di kiri bertaut ke detik yang tepat di YouTube.
Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Selamat siang. Salam sejahtera bagi kita sekalian.
Shalom. Salve, Om Swastiastu. Namo buddhaya. Salam kebajikan.
Yang saya hormati dan saya banggakan Kapolri sebagai penyelenggara Jenderal Polisi Listio Sigit Prabowo beserta seluruh jajaran pejabat utama Mabes Polri dan seluruh anggota Polri di manaun sedang bertugas.
Yang saya hormati, saya banggakan Ketua Majelis Permusatan Rakyat Republik Indonesia, Saudara Ahmad Muzani. Yang saya hormati Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia, Saudari Puan Maharani. Yang saya hormati para menteri, kepala badan, wakil menteri, serta anggota kabinat merah putih yang hadir, hakim agung, Ketua Mahkamah Agung Republik Indonesia yang hadir, para tokoh agama, Ketua Majelis Ulama Indonesia K. H.
Muhammad Anwar Iskandar, Ketua Umum PBNU K. H. Yahya Kholil STAQf. Yang saya hormati Ketua Umum PP Muhammadiyah Prof. Haidar Nasyir.
Yang saya hormati Ketua Umum Pengurus Besar Al Jamiyatul Wasylliyah, K. H. Mas Huril Khamis, Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia, Mayo Jenderal TNI Purnawirawan Wisnu Bawa Tenaya Wakil Ketua Umum Matakin Majelis Tinggi Agama Konghucu Indonesia, Saudara Candra Setiawan.
Kepala Badan Narkotika Nasional Komjen Polisi Suyudi Ario ya.
Yang saya hormati para tokoh masyarakat, tokoh organisasi buruh.
Hadir Said Iqbal, Saudara Andi Gani, saudara-saudara sekalian semuanya yang hadir, organisasi pemuda yang hadir, perwakilan mahasiswa, seluruh hadirin undangan yang hadir, rekan-rekan media yang berkenan hadir. Pertama-tama tentunya sebagai insan yang bertakwa, marilah kita tidak henti-hentinya memanjatkan puji syukur kehadirat Tuhan maha besar, maha kuasa, bagi umat Islam Allah Subhanahu wa taala yang memiliki sekalian alam. Hanya kepadanyaalah kita berdoa dan hanya kepadalah kita meminta pertolongan.
Kita bersyukur atas segala karunia, nikmat, kesehatan, dan kebaikan yang diberikan kepada kita semuanya sehingga kita dapat berkumpul di siang hari ini dalam acara yang sangat penting, yaitu pemusnahan barang bukti narkoba.
hasil bekerjanya Polri selama 1 tahun Oktober 24 sampai Oktober 25 yang berhasil mereka ee mereka sita rebut adalah 214,84 ton yang nilai uangnya adalah R9,37 triliun.
Dan bila tidak berhasil mereka cegah atau mereka sita, mereka tangkap itu bisa digunakan oleh 629 juta manusia.
Berarti lebih dari dua kali bangsa Indonesia hampir dua kali.
Saya dalam hal ini menyampaikan penghargaan saya sebesar-besarnya kepada seluruh anggota kepolisian negara Republik Indonesia di manapun sedang bertugas.
Memang sewaktu saya menerima mandat sebagai presiden Republik Indonesia.
Bahkan sebelumnya waktu saya menyusun program saya untuk maju ke rakyat memang saya sudah mengerti, saya sadar dan saya menempatkan masalah pemberantasan korupsi ini sangat tinggi.
Dan memang saya sadari bahwa ee segala ancaman terhadap bangsa dan negara ada yang di depan mata, ada yang secara fisik, ada ancaman secara militer, ancaman secara psikologis, ancaman secara politis, ancaman yang besar dan tidak kalah.
Bahaya adalah ancaman narkoba.
Narkoba ini ee merusak masa depan bangsa.
Tapi memang dalam pemerintahan ada hal-hal yang harus kita selesaikan dahulu. Yang harus kita selesaikan dahulu.
Masalah utama waktu saya menerima tugas sebagai presiden, masalah utama yang saya lihat adalah kebocoran kekayaan negara.
Apapun yang kita inginkan mustahil kita capai kalau kekayaan kita tidak kita kuasai, tidak kita kelola.
Kekayaan itu ibarat darah di suatu badan.
Kalau darah kita bocor, mengalir sekian cc, sekian cc, sekian cc di ujungnya manusia badan itu mati.
Sama suatu bangsa, suatu negara itu sama ibaratnya sebagai badan dan darahnya itu adalah kekayaan.
darahnya itu wealth, sumber daya. Sumber daya ujungnya menjadi uang.
Tapi uang sumbernya itu dari sumber daya.
Kalau sumber daya kita bocor, darah kita hilang.
Kalau hilangnya terus-menerus tahuntahun-tahun bertahun-tahun berdekade dekade sudah pasti saudara-saudara tidak usah orang pintar tidak usah S3 untuk di ujungnya kita akan gagal sebagai suatu bangsa.
Karena itu di awal pemerintahan saya, saya berusaha untuk pertama mengerti, mencari, memahami di mana kekayaan kita semuanya.
Dan saya berusaha mengkonsolidasikan ini sehingga waktu itu saya sampaikan kepada Kapolri, Kapolri, tugas utama polisi.
Sekarang saya letakkan di pundak Anda. Saya sampaikan ke Kapolri.
Saya minta Kapolri tiga hal.
Anda yang memimpin untuk saya.
Satu, pemberantasan nark narkoba.
Dua, penyelundupan, tiga, judi online di awal pemerintahan. Saya hormati Anda.
Saya tidak caw-cawe. Saya tidak titip satuun pejabat saya tidak titip. Benar Kapolri.
Ya, kalau mantan pengawal saya ada polisi yang dulu ngawal saya. Tolonglah masuk masuk secabar.
masa ya kan itu sah boleh dong saya titip ini bintara baik ya jadikanlah perwira capakan ya dari ratusan ribu aku titip berapa dua tiga orang ya kan mantan pengawal saya ada motoris saya polisi sekian tahun loyal dia pertaruhkan nyawa loh motoris-motoris itu mempertaruhkan nyawa di hujan Aku tuh di mobil aku lihat, waduh hujan deras dia pertaruhkan nyawa dia. Jadi ya saya ngakulah tapi itu sah. Benar enggak?
Ayo jenderal-jenderal, menteri-menteri, kalian juga nitip-nitip kan ya satu dua orang boleh, tapi enggak ada saya titip ponaan saya apa. Iya kan?
tolong jadi ini enggak ada Anda tanggung jawab hanya saya minta tiga karena saya fokus tadi saya mau cari di mana ini kekayaan negara ini. Iya kan?
Alhamdulillah polisi kerja benar. Iya kan? Dan beginil ya kita buka-bukaan. Saya ini orang yang selalu ya kan enggak mau basa-basi.
Polisi selalu dijelek-jelekin, selalu dimaki-maki. Iya kan?
Di mana seluruh dunia.
Karena memang polisi tugasnya menertibkan. Iya kan?
Kita saya juga waktu muda dulu enggak sekarang.
Kalau lampu merah ada polisi enggak? Jeng.
Salah. Saya ngaku. Saya enggak benar.
Polisi tugasnya tertibkan prit kita salah kita dongol.
Macam-macam polisi kok ngumpet digelap-gelap nunggu saya salah. Kenapa kau salah?
Iya kan? Berarti kau hanya mau tertib kalau dilihat. Nah, ini gak benar.
Kemudian pastilah dalam kurs yang ratusan ribu ada yang enggak benar itu ada. Kita tidak kita tidak tutup. Saya mantan panglima saya saya tahu anak buah saya juga ada yang nakal, ada yang brengsek, ada yang sudah itu tugas kita. Saya ambil contoh begini. Kalau ada sekolah muridnya ada yang tawuran, apa sekolahnya salah, apa guru-gurunya semua salah, ini anak mungkin memang ya bandel ya harus ditindak
dan saya kira institusi-institusi kita apa polisi, apa tentara apa kejaksaan semua tidak ragu-ragu. menindak anggotanya yang tidak tertib.
Saya percaya itu. Saya percaya itu.
Tetapi memang polisi pekerjaannya enggak enggak sering dilihat.
Tidak sering dilihat. Bagaimana kita mencegah penyelundupan narkotika lewat sampan-sampan, lewat kapal nelayan, di ribuan pelabuhan tikus.
Saudara-saudara, karena itu kita hadapi, kita atasi dengan tradisi kita, dengan budaya kita, yaitu bersatunya suatu bangsa.
Jadi saya ingatkan di mana-mana tentara harus jadi tentara rakyat, polisi harus jadi polisi rakyat sehingga rakyat nanti yang jadi mata dan telinga, rakyat yang lapor, lapor ke kepala desa, kepala dukuh. Pak, tadi malam jam .00 ada perahu yang merapat, ada kapal yang merapat, enggak ada. Kapal mau mendarat jam .00 malam di pantai yang sunyi. I kan gak ada.
Niatnya pasti brengsek. Kalau dia niatnya baik dia akan me mendarat ke pantai ya waktu terang.
Jadi ini masalah di seluruh dunia.
Bahkan sekarang ada modus si kartel-kartel narkoba punya kapal selem.
Saudara-saudara, dia punya kapal selem.
Jadi, Saudara-saudara, saya menyampaikan penghargaan saya. Terima kasih kepada Polri. Ee memang 1 tahun ini saya fokus kepada hal-hal yang lain, tapi saya mengerti dan saya terima kasih Anda nangkap tugas yang saya berikan di awal pemerintahan saya. Tiga hal Anda sudah jalankan. Sekarang sudah Anda buktikan ke rakyat.
Anda sudah mencegah ee tersebarnya narkoba yang sedemikian besar.
Walaupun kita bisa bayangkan bahwa kartel-kartel itu tidak akan mau kalah.
Ah, ini ee di mana di mana pun seperti itu.
Jadi ee polisi harus lebih sigap, harus kompak kerja sama dengan TNI, dengan BUK, dengan Kejaksaan semua lembaga kita harus jadi satu tim. Saya selalu mengatakan kita harus bekerja dengan teamwork.
Jangan ego sektoral, jangan loyalitas berlebihan. Kita satu KS, K Merah Putih. K NKRI.
Jadi, Saudara-saudara, masalah narkoba ini sangat-sangat strategis.
Kalau kita kalah, tidak mungkin kita jadi negara maju.
Tidak mungkin. Ya, ada presiden-presiden, negara-negara lain, negara tertentu yang ambil tindakan drastis sekali.
Dia nembak di tempat siapapun yang pegang narkoba. Akibatnya juga ada anak-anak yang mungkin korban malah ditembak mati.
Tapi saking mereka ingin habiskan masalah ancaman ini, mereka bersedia melakukan tindakan yang sangat drastis.
Kita masih ada upaya rehabilitasi dan sebagainya dan sebagainya. Tapi ini menjadi PR bagi kita sekarang ya kan.
Rehabilitasi kita harus lebih ee teliti, lebih efektif. Tapi saya terima kasih semua lembaga yang sudah menjalankan ee upaya rehabilitasi ini. Tapi ini tidak mungkin kalau tidak bersama-sama kita lakukan melalui semua lembaga pendidikan termasuk pendidikan keagamaan.
pendidikan SD, SMP, SMA, perguruan tinggi harus terus kita lancarkan bersama. Karena itu masalah pramuka sangat penting, masalah olahraga sangat penting, segala upaya organisasi agar ee pemuda-pemudi kita dibesarkan menjadi tanggap, tanggon trgines.
Karena itu makan bergizi sangat strategis ya.
Kita tidak boleh ada rakyat kita yang kelaparan.
Itu tekad saya, itu upaya saya, itu perjuangan saya bersama tim saya, bersama kabinet saya.
Saya percaya kita bisa lakukan itu dengan kita perang lawan korupsi.
Setiap rupiah kita hitung, setiap proyek kita cegat kebocorannya.
kita bisa menghemat banyak dan berani memperbaiki sistem.
Kalau sistemnya salah, kita harus berani memperbaiki dan tidak boleh ada pemerintah dalam pemerintah.
Tidak boleh ada mafia dalam pemerintahan.
Tidak boleh ada orang pintar yang berada di dalam pemerintahan merasa dia bisa mengakali mengakali pemimpin politik, mengakali rakyat.
Karena saya memperhatikan ada mereka-mereka yang bercokol menggunakan sistem untuk mencuri uang rakyat, uang negara ini. ini harus kita bongkar sampai akar-akarnya.
Saya terima kasih sekali lagi kepada kepolisian negara Republik Indonesia ya.
Ee saya yakin dan percaya saudara akan berhasil untuk menertibkan institusi Anda.
Sama dengan yang lain, TNI juga harus tertib.
Masalah penyeludupan itu masalah semuanya.
Angkatan laut, Bi cukai, polisi air, ada kan polisi air, Bakamla, KPLP itu semuanya harus bekerja sama.
Penegakan hukum semua jaksa, polisi harus bersama-sama. KPK, BPK, BPKP kita sama-sama satu tim.
Saudara-saudara bayangkan kalau kita bekerja dengan benar, apa yang bisa kita lakukan untuk rakyat kita, Saudara-saudara sekalian?
Bangsa Indonesia, bangsa yang sekarang sangat besar. Semua orang tahu kekayaan kita. Sekarang masalahnya kita harus berani mengelola kekayaan tersebut. Kita tidak boleh takut menegakkan hukum, takut menegakkan kebenaran.
Saya kira itu yang ingin saya sampaikan.
Terima kasih sekali lagi atas kerja keras, Saudara-saudara. Perjalanan masih jauh.
Tantangannya adalah sangat besar.
Selamat Saudara telah merubah 200 28 kampung narkoba menjadi 118 kampung bebas narkoba.
Teruskan upaya ini.
Saya lihat polisi sekarang semakin peka terhadap tuntutan bangsa dan negara.
Polisi sekarang berada di depan bersama yang lain bersama TNI di bidang produksi.
pangan.
Kalau kau berangkat ke Inggris, Perancis, ke barat, mungkin mereka merasa aneh kok polisi urusan jagung loh. Masa polisi kok ngurus, polisi kok buka dapur ya. Ini Indonesia, Bung.
Kita gak usah ragu-ragu. Enggak usah kita gak usah apa yang dari dari barat itu pasti benar benar untuk mereka itu hormati tapi kita ini lain.
Kita ini gotong-royong. Kita ini semua ini kita ini semua ya satu keluarga.
Polisi punya kekuatan, tentara punya kekuatan. Ya, kita kerja semua untuk rakyat.
Kalau rakyat sejahtera, saya yakin kriminalitas berkurang.
Kalau rakyat hilang dari kelaparan dan kemiskinan, saya percaya kriminalitas akan sangat sedikit, Saudara-saudara.
Kalau orang tidak ada harapan, dia akan menjadi kriminal.
Saya kira itu dari saya ya. Gotongroyong kita bersatu. Sekarang saudara-saudara Indonesia harus berani punya cara kita sendiri.
Kita demokrasi. Iya. Berbeda partai boleh bersaing.
Pilkada Pilpres bersaing enggak ada masalah. Sesudah bersaing ya jadi satu kerja sama bahu membahu untuk apa? Nanti pemilihan demokrasi kita kalah sakit hati ngerjain enggak maju-maju.
Saya selalu katakan keberhasilan kita karena presiden-presiden sebelumnya, karena menteri-menteri sebelumnya, karena gubernur-gubernur sebelumnya.
Nah, dari Bung Karno sampai sekarang jangan kita teruskan.
Kebencian, kecurigaan enggak ada enggak ada gunanya.
Rakyat butuh pekerjaan, rakyat butuh penghasilan yang lebih baik.
meneruskan kebencian, meneruskan dengki, meneruskan kecurigaan itu tidak akan membuat rakyat punya pekerjaan. Tidak.
Rakyat kita butuh pekerjaan yang memadai, yang terhormat.
Untuk itu kita harus mendorong semua sektor pariwisata.
Pariwisata menghasilkan pekerjaan yang paling banyak.
Tapi kalau ribut terus, kalau ribut terus mana ada wisatawan yang mau ke Indonesia.
Hotel-hotel kita akan kosong.
Dan saudara-saudara, persaingan antara negara sangat keras.
Kalau kita rusuh, banyak negara lain yang senang.
Kunci kemakmuran adalah persatuan bangsa.
Itu yang diajarkan Bung Karno dan itu terus saya yakini. Rumus kebangkitan Indonesia adalah persatuan.
Makanya dalam Pancasila disebut persatuan.
Indonesia bersaing bagus.
kritik harus, koreksi harus, pemimpin yang tidak mau dikoreksi dia akan terjebak dalam kesalahan-kesalahan.
Saya suka malam-malam buka podcast-podcast itu.
Kadang-kadang dongkol juga ya.
I apa ini? Tapi saya catat. Oh, oke.
Kalau kita di diserang ini saya kasih ilmu ya, yang muda-muda yang pengin jadi presiden. Gua kasih ilmu nih ya kan. Jangan takut difitnah.
Saya dulu punya guru, waktu saya masih muda, saya kena fitnah dua tiga kali.
Saya down. Tahu-tahu saya ngeluh ke guru saya.
Jangan, jangan kecil hati. Engkau difitnah berarti engkau diperhitungkan.
Engkau difitnah karena engkau ditakuti.
Loh, kok takut sama saya? Iya, engkau difitnah berarti kau disuruh hati-hati.
Jadi ini angkat tangan yang pengin jadi presiden enggak apa-apa.
Bagus. Tapi jadi presiden yang benar. Iya kan? Hah?
Jangan takut dikoreksi.
Jadi malam-malam saya buka apa iya ya. Apa saya memang otoriter?
Rasanya enggak sih. Jadi ini bagus, koreksi itu baik.
Tapi di ujungnya ayo dan saya punya filosofi dalam pengabdian ke bangsa dan negara tidak boleh diikuti oleh rasa rasa sakit hati ya. Jangan sudah biasa itu.
Jadi masalah ini kita harus lihat bagaimana mengatasi narkoba.
Jadi ini harus kerja sama teamwork. Semua adalah kerja sama teamwork.
Jadi saya ucapan selamat kepada kepolisian, kepada BNN, tapi ini saya minta kerja sama lebih dekat lagi sama semuanya. Be Cukai Kejaksaan, BIN Intelligence, Pemda, ya.
penyelidupan berat, judi online berat karena pakai teknologi mereka. Kita tutup di sini muncul lagi. Kita tutup di sini muncul. Ya, kita harus harus ee tidak boleh kalah nafas.
Kom harus aktif ya.
Belajar dari negara lain. Enggak usah ikut-ikut negara-negara yang terlalu apalah ya, terlalu liberal atau apa.
Kita belajar kepentingan Indonesia diutamakan, kepentingan rakyat kita utamakan.
Saya kira itu alhamdulillah pointernya hanya lima paragraf. Jadi pendidikan kunci dari kebangkitan bangsa ya. Karena itu kita juga akan kerahkan segala daya kita untuk memperbaiki pendidikan kita.
kita akan kerahkan segala semua hasil penghematan kita, semua hasil penyita apa penyitaan kita terhadap kekayaan koruptor dan sebag kita investasikan kepada pendidikan anak-anak kita ya.
sekolah-sekolah kita renovasi dan kita akan bangun sekolah-sekolah baru.
Sekarang sekolah rakyat untuk yang paling bawah. Nanti kita juga bikin sekolah untuk yang di tengah-tengah dan nanti kita bikin universitas-universitas kita juga yang terbaik. Terima kasih atas perhatian saudara-saudara. Selamat Kapolri. Sampaikan terima kasih saya kepada semua anggota Polri di manaun sedang bertugas.
Jangan ragu-ragu, jangan berkecil hati. Ya, seorang abdi bangsa, seorang bayangkara.
Sering berbuat baik, tidak ada terima kasih.
berbuat salah sedikit tidak akan dilupakan. Ini sifat manusia.
Kita harus kuat berjiwa besar.
Kita memilih berbakti kepada negara dan bangsa sebagai abdi negara, sebagai abdi bangsa, sebagai bayangkara negara. Risikonya seorang pendekar, seorang kesatria siap dimaki-maki, siap dihujat.
siap dicerca, siap difitnah, tapi terus berbuat yang baik untuk bangsa dan negara.
Wasalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Salam sejahtera bagi kita sekalian.
Shalom salve. Om santi santi shanti. Om Namo Buddhaya. Salam kebajikan.
Selesai. Terima kasih. Merdeka. Merdeka.
So